Home / Berita / Pengaruh Media Sosial dan Pendidikan Komunikasi

Pengaruh Media Sosial dan Pendidikan Komunikasi

Jakarta, sketsindonews – Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) selama ini salah satu sumber daya yang prospektif dan mampu menggenjot ekonomi dan lapangan kerja.

Capaian kemajuan TIK harus bisa diisi oleh SDM nasional kita sendiri. Maka, di sinilah peran dunia pendidikan menjadi sangat penting, yakni untuk menyiapkan SDM yang berdaya saing tinggi dan produktif yang siap mengisi setiap ruang okupasi dan profesi di sektor informasi dan komunikasi.

Berkaitan dengan pendidikan komunikasi dan informatika yang sangat penting dan untuk didiskusikan dengan kalangan akademisi, praktisi, pelaku industri, asosiasi profesi, dan pejabat pemerintahan bidang komunikasi, dalam seminar berjudul “Realitas Media Baru dan Tantangan Pendidikan Komunikasi di Indonesia”. Diskusi Ini berlangsung di Hotel Mercure, Harmoni, kamis (30/11).

Kepala Badan Penelitian dan Perkembangan (Litbang) Sumber Daya Manusia (SDM) Kementrian Komunikasi dan Informatika mengatakan perkembangan TIK sangat cepat sekali, termasuk menyangkut SDM yang juga harus berubah.

“Perubahan yang pesat di TIK harus juga berubah dalam mendidik manusianya. Harus di lihat sesuai perkembangan jaman. Yang terjadi jurusan komunikasi terkena dampak dari perubahan tersebut. Perguruan Tinggi mengelola jurusan komunikasi harus berubah untuk penyelenggaraan saat ini dan masa yang akan datang.” Ucap Dr.Ir. Basuki Yusuf Iskandar.

Basuki menambahkan, saat ini perkembangan Teknologi Informasi sangat cepat tapi tidak di ikuti oleh jurusan komunikasi seharusnya dapat saling mengisi dengan disiplin ilmu yang lain.

“Jurusan komunikasi harus saling mengisi dengan multi disiplin yang lain. Karena kalo terjadi pasti akan timbul gagap tehnologi. Contohnya pengajar di fakultas tehnologi informasi dapat mengisi di jurusan komunikasi. Agar tidak terjadi gaptek (gagap tehnologi). ” tambahnya di hadapan para awak media.

Narasumber yang hadir di acara ini, Dra. R.Niken Widiastuti, M.si (Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik)

Niken mengatakan, etika di media siber menyangkut konten (isi) yang berisi positif dan tidak turut menyebarkan berita hoaks.

“Kita harus berfikir dan bertanggung jawab terhadap konten yang diunggah, berikutnya konten harus berempati terhadap perasaan orang lain, termasuk harus mengevaluasi isi konten yang diterima, dan yang perlu harus berani mensuarakan kebenaran.” Ungkapnya di hadapan peserta seminar.

(Edo)

Check Also

Terdakwa Ijazah Palsu Dituntut 9 Tahun Denda 1 Miliar

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum korban ijazah palsu yang diterbitkan Sekolah Tinggi Injili Arastamar atau …

Watch Dragon ball super