Home / Artikel / Penggiat Tari Teriak Retribusi GOR Bikin Pembinaan Tari Budaya Kolap

Penggiat Tari Teriak Retribusi GOR Bikin Pembinaan Tari Budaya Kolap

Jakarta, sketsindonews – Penggiat Seni Tari kini memgalami kesulitan dengan adanya Pergub No.5 Tahun 2017 Tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Olahraga dsn Pemuda dimana dalam Pergub tersebut terkait pembiayaan sarana Olahraga (GOR) di wilayah.

Itu sangat memberatkan kami selaku penggiat seni dalam melaksanakan bibit seni anak didik yang sewa di GOR, ujar Anto kepada sketsindonews.com

Untuk biaya sewa lampu saja dikenakan biaya 80 ribu perjam, sementara perbulan kita bisa memakan biaya hampir 2 juta perbulan dalam pembinaan seni tari bagi anak usia muda.

doc.sketsindonews.com

Sementara kami meminta pada wali murid hanya sekedarnya, padahal kami tidak berorientasi provite semata dalam mengembangkan budaya tari tradisional dan betawi, tambahnya.

Karena Pergub itu tak memberikan toleransi bagi penggiat sanggar tari yang sungguh membina budaya bagi pariwisata DKI.

Sementara Joko Sardjono yang juga pembina Seni Budaya Daerah mengatakan, sanggar tari Kirana Budaya berdiri dr tahun 2007 di Kemayoran, dalam perjalannya sampai saat ini siswa didik kami ada sekitar 400 an siswa yang tersebar di berbagai sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP di wilayah Kemayoran dan sekitarnya, terangnya.

Kami sudah mengisi acara tetap di kampung Betawi pada event Pekan Raya Jakarta setiap tahun sejak tahun 2011, disamping kegiatan lain seperti pertukaran budaya dan event – event lokal lainnya.

Tempat latihan sanggar sampai saat ini masih berpindah-pindah dan yang terakhir kami mendapat kebijakan fasilitas tempat latihan dari pengelola GOR Kemayoran tanpa biaya sebelumnya.

Namun per bulan Maret ini lewat pengelola GOR yang baru di berlakukan retribusi sesuai Pergub Nomor. 5 tahun 2017 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Olahraga dan Pemuda.

Dengan peraturan tersebut yang harus kami keluarkan dan tak ada toleransi kami harus bayar dengan rincian sebagai berikut :

Untuk sarana tempat GOR Rp. 20.000 per 2 jam, penggunaan lampu Rp. 80.000.per 2 jam, biaya 1 kali pertemuan Rp. 100.000, jadi berapa mengeluaran kami kalo perbulan, dan setiap kali latihan saja memakan waktu 3 jam, tegas Joko.

reporter : nanorame

Check Also

Apa Kata Warga, Kemayoran Kembali Juara Festival Bedug Ramadhan 1439 H Tingkat Kota Jakarta Pusat

Jakarta, sketsindonews – Tak salah Kecamatan Kemayoran menjadi juara pertama selama 2 kali berturut – …

Watch Dragon ball super