Home / Berita / Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award Kepada Direktur Jendral Bea Cukai

Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award Kepada Direktur Jendral Bea Cukai

Jakarta, sketsindonews – Direktorat Jendral Bea dan Cukai, Heru Pambudi meraih Bung Hatta Anti – Corruption Award (BHACA) 2017. Acara penghargaan ini berlangsung pada tanggal (14/12) di Graha CIMB Niaga, Financial Hall, Jalan Sudirman, Jakarta.

Natalia Soebagyo, mengatakan penerima Bung Hatta Anti – Corruption Award (BHACA) baik seorang aparatur sipil negara maupun kepala daerah harus bisa mempertahankan integritas pribadi serta membangun sistem tata kelola yang baik di lingkungan mereka, walaupun dalam skala berbeda, tetap sama beratnya, dimana saja melawan arus memerlukan keberanian dan mengandung resiko.

“Semoga penerima BHACA terus menjadi panutan dan sistem yang mereka bangun menjadi landasan kokoh untuk selangkah demi membangun indonesia bersih,” kata Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA.

Salah satu penerima Award, Heru Pambudi, menyampaikan bahwa kejadian di bea dan cukai yang sudah berpuluh tahun terkenal dengan praktek korupsi, berusaha sekuat tenaga untuk menghapus gambaran tersebut. Kami melakukan banyak hal perbaikan.

“Kami berkomitmen bersama dengan seluruh jajaran di bea cukai untuk melakukan terobosan dengan reformasi kepabeanan dan cukai, Penertiban Importir Berisiko Tinggi (PBIT), Progres Pusat Logistik Berikat (PLB) dan e – commerce. Serta program sinergi dengan Ditjen Pajak, KPK, Polri, TNI, Kejaksaan Agung, Kantor Staf Kepresidenan, PPATK serta kementrian dan lembaga lain. Untuk membangun pola komunikasi yang konstruktif dalam rangka meningkatkan kinerja Bea Cukai,” ucapnya di hadapan para hadirin.

Heru menambahkan, penguatan di lingkungan kerja Bea dan Cukai bersifat sistemik dan sinergetik yang merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran internal.

“Semua bisa di lihat dengan jelas seperti pengawasan praktek kartel dengan KPPU, penegakan hukum dengan Polri, kejaksaan dan TNI, kerja sama anti korupsi dengan KPK dan PPATK, terutama dengan KPK bea cukai meminta asistensi melalui program koordinasi dan supervisi. Reformasi di Bea Cukai terkait untuk membangun Direktorat Bea Cukai yang bersih dan dapat dipercaya masyarakat,” Pungkasnya.

(Edo)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super