Penjahit dan PKL Jiung Kemayoran, Mana Lebih Mengganggu?

Jakarta, sketsindonews – Jejeran penjahit baju atau permak menjadi pemandangan lain disepanjang jalan Haji Ung Kebon Kosong, Jalan E Kelurahan Harapan Mulia, Jakarta Pusat.

Setidaknya hampir 30 lebih penjahit setiap hari mencoba peruntungan hingga kesekitaran Poncol, Senen.

Sebut saja Rochman (34), warga asal Kuningan ini biasanya keliling, namun saat ini dia memilih ikut menanti pelanggan di trotoar jalan bersama rekan seprofesi lainnya.

“Warga biasanya menaruh pakaian yang mau di permak sesuai kebutuhan dan hargapun variasi melihat tingkat kesulitan. Yah mulai celana panjang pendek, baju over size, jacket kulit rusak, hingga tas pria wanita kita layani,” ucap Rochman saat ditemui dilokasi, Sabtu (16/11/19).

Dirinya merasa berat jika kelak ada niatan pemerintah untuk memindahkan mereka, sebab saat ini mereka sudah menjadi sebuah komunitas yang saling mendukung. Tinggal saat ini, Katanya apakah pemerintah menganggap mereka masuk pada katagori Industri kecil atau bukan UMKM.

“Selama ini kami mandiri dan melakukan secara pribadi-pribadi termasuk sewa lampu dari pihak-pihak toko sebelah kami membayar listerik selain penerangan maupun menggetakan alat mesin jahit  hingga 20-30 ribu per minggu,” jelas Rochman.

Saat dipertegas apakah dia merasa takut jika kelak digusur oleh Satpol PP atau pemerintah karena aktifitas Industri ekonomi dijalan. Rochman justru membandingkan dengan PKL Jiung Kemayoran yang menurutnya hingga puluhan tahun tidak dilarang.

“PKL Jiung saja dibiarkan walau itu jelas merusak estetika dengan merusak taman, menyolong listerik serta tak ada kepedulian untuk lingkungan warganya,” tambahnya lagi.

Sementara Irman (24) penjahit asal Kemayoran sedikit menyindir kondisi PKL yang hingga menutup akses jalan dan seakan dibiarkan.

Dia mengatakan bahwa para penjahit sifatnya hanya sementara dalam kegiatan kegiatan ekonomi bongkar pasang tanpa meninggalkan mesin jahit atau tenda di jalan dengan berbagai kekumuhan.

“Dan aktifitas kami pun melakukan aktivitas ekonomi hanya waktu sore pukul 14.00-12.00 sepertinya ini sangat positif membangun terobosan peluang ekonomi yang dibutuhkan oleh warga selain kami jelas murah dan professional sesuai keinginan pemilik make over baju,” tutupnya

(Nanorame)