Home / Artikel / Pentingnya Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Pentingnya Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

sketsindonews – Miris, melihat perkembang anak pada era digital dengan mengenal teknologi sebelum masanya. Peristiwa dimana anak-anak usia dini sudah memainkan gawai (telepon pintar/gadget) secara berlebihan. Sosialisasi yang kurang terhadap orangtua untuk mengawasi anak dalam bermain gawai tidak terbentuk.

Mereka menjadi asik sendiri dengan gawainya tanpa peduli dengan lingkunan sekitarnya. Sifat malas yang meningkat juga membuat anak menjadi kurang tanggap dalam beraktivitas.

Hal tersebut memberikan suatu pemikiran betapa pentingnya pembentukan karakter yang ditanamkan sejak dini akan memperngaruhi perilaku sang anak di masa yang akan datang. Tak luput dari pentingnya peran pendidikan dasar dalam proses pembentukan karakter. Proses yang dibutuhkan tidak sebentar, harus dilakukan sejak Anak Usia Dini (AUD) melalui keluarga. Dilansir dari buku Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, menyatakan bahwa PAUD mendasari jenjang pendidikan selanjutnya. Perkembangan optimal selama masa usia dini memiliki dampak terhadap pengembangan kemampuan untuk berbuat dan belajar pada masa-masa berikutnya.

Pembentukkan karakter memang harus sejak usia dini, masa ini bisa dibilang masa “emas” mulai usia 0-6 tahun karena perkembangan otak saat usia dini sangatlah pesat, bahkan anak dapat mempraktekkan langsung apa yang ia dengar maupun dilihat, baik diajarkan ataupun tidak diajarkan (peniru ulung). Segala bentuk ucapan, perilaku orang dewasa dalam hal ini akan menjadi faktor penentu karakter anak. Terutama bagi orangtua perlu sekali menjaga ucapan serta perilaku dan memantau lingkungan anak agar tidak mengikuti hal yang buruk.

Sebagai orangtua di sekolah, Guru berperan untuk menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak melalui bermain. Dengan bermain anak akan belajar mengenal perasaan dan mendapat pengalaman belajar yang beragam. Cara yang dapat dilakukan bersama seperti permainan tradisional, dongeng, bermain peran dll. Di samping itu pembiasaan melalui penanaman nilai agama dan moral seperti membaca doa-doa harian, surat-surat pendek dan praktek-praktek keagamaan bertujuan menumbuhkembangkan karakter pada anak.

Menurut Sarwati S.Ip M.Pd, kepala sekolah TK-Alkautsar di Jakarta Selatan, pembentukan karakter yang baik itu dimulai dari keluarga. Keluarga mempunyai peran penting untuk mengenalkan dasar nilai-nilai yang berlaku di lingkungan keluarga hingga membentuk karakter anak. Ketika masuk ke dalam lingkungan sekolah, peran tersebut bertambah dan berkembang seiring usia anak bagaimana agar anak dapat bersosialisasi dengan baik, bertutur kata sopan, dan nilai lainnya yang diterima oleh lingkungan sekitar. Anak usia dini merupakan calon gerenasi bangsa. Suatu bangsa akan baik apabila berkarakter,berbudaya, dan berakhlak.

Selain itu, lingkungan sekitar termasuk media dan internet saat ini menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada anak. Ketika anak sudah “menikmati” gawainya maka dunia bermain dan kesempatan bersosialisasi berkurang padahal masa “emas” mereka ditujukan untuk bersosialisasi.

Bu Sarwati menyarankan kepada orangtua untuk membimbing dan mendidik anak agar mendapat karakter yang baik. Orangtua harus cerdas dalam memilih mainan anak sesuai umur, bukan karena asal anak senang tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Perlu pendampingan setiap anak bermain gawai.

Setelah mendapingi anak dalam membacakan buku dan bermain, Nurlayla Sari salah satu orangtua murid dari TK-Alkautsar merasa anaknya lebih tertarik setelah dibacakan buku atau mendongengkannya sebelum tidur dan diwaktu senggang. Ketertarikan anak cukup baik apa bila setelah memberikan mainan-mainan edukatif, ketergantungan terhadap gawai semakin menurun.

Menurut pandangan penulis bahwa pembentukan karakter memang harus dilakukan sejak dini karena proses pembentukan itu tidak sebentar atau butuh konsistensi dalam membimbing anak. Generasi dengan karakter yang baik dapat membangun generasi bangsa yang baik pula. Harapan tersebut dapat terwujud selama peran serta lingkungan mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat baik untuk teladan sang anak.

(Muhammad Nabil Agastiadi)

Check Also

Anggota Dewan Kota Bukan Ngomong Infrastruktur Tapi Bagaimana Mendorong Kesejahteraan Warganya

Jakarta, sketsindonews – Calon Dewan Kota di seluruh wilayah DKI akan mengikuti seleksi tingkat Kota, …

Watch Dragon ball super