Home / Artikel / Penuntasan Asset Pasar Lilin GSU Belum Ada Tanda Selesai, Kutipan Sewa Perubahan Fungsi Terus Berjalan

Penuntasan Asset Pasar Lilin GSU Belum Ada Tanda Selesai, Kutipan Sewa Perubahan Fungsi Terus Berjalan

Jakarta, sketsindonews – Penuntasan asset Pasar Lilin RW 03 Jalan Gunung Sahari XI, Kelurahan Gunung Sahari Utara oleh Kepala Kantor Pengelolaan Asset Keuangan Daerah (KPAD) belum ada tanda – tanda penyelesaian eksekusi terhadap lahan seluas 3.600 M yang sementara ini masih di fungsikan sebagai pasar dan kos-kosan tinggal bagi sewa umum.

Sejak setahun kasus ini tak rampung, padahal sudah ada plank Pemprov DKI dengan tulisan lahan ini merupakan asset pemda DKI Jakarta, ada apa dengan asset ini sehingga penataan rubah fungsi pasar melanggar tak dapat di tuntaskan.

Dalam penyusuran awak media dilokasi diketemukan, benar mas selama ini masih bentuk pasar yang pengelolanya sudah tak jelas, ujar Yanti. (9/5)

Kata Yanti, sejak tahun 1982 pasar ini pengelolanya ditangani oleh suami saya Hasyim. namun sudah meninggal, saat ini saya yang suka ambil iuran pasar terhadap sejumlah pedagang dan hunian pasar.

Bulanan sewa senilai 200 ribu per kamar yang ada diatas mas, kalo pedagang pinggiran kita kenakan 3000 rupiah, dan saya setorkan kepada Hendri, entah dia pengelola atau bukan.

plank.asset.pasar.lilin.gsu.jp.doc

Pokoknya saya setor kesana aja sama pak Hendri, dari seluruh penghuni dan pedagang, kata Yanti yang kini berjualan vouchet di lokasi pasar Lilin.

Lurah Gunung Sahari Utara Trisno Mulyono saat diminta pendapatnya mengatakan, bahwa asset ini sudah kami laporkan bahkan sudah di tinjau BPKAD Kota Jakarta Pusat saat itu, sehingga sudah ada plank milik asset DKI Jakarta, ujarnya.

Apakah ini lambat, tanya media. kata Trisno mungkin masih terus di rapatkan mengenai penyusuran asset ini.

Jika nanti sudah jelas rencananya warga sudah mengusulkan lahan ini akan ada pasar, serta lahan ini sebagian akan diusulkan membangun Puskesmas yang hingga saat ini warga GSU tak mempunyai layanan Kesehatan, terang Trisno.

Sementara Kabag Tata Ruang Kota Jakarta Pusat Bernard Tambunan mengakui mengenai asset ini sudah di rapatkan kemaren, hingga saat ini menjadi tanggung jawab Kasubag Asset yang menanganinya.

Pokoknya sudah bagi tugas, ujar Bernard secara diplomatis. Asset yang ada ini terkait masalahnya belum dapat diambil kesimpulan untuk terus menggali sehingga kedepannnya tak ada lagi masalah.

Pengalihan fungsi terhadap pasar itu yang sekarang ini menjadi kepentingan oknum dalam kutipan, itu bukan kewenangan kami melainkan penindakan seharusnya pejabat yang berwenang, tutup Bernard.

reporter : inong

 

Check Also

Kisruh : Dinas UMKM DKI Hambat Kemajuan Kosti Jaya

Jakarta, sketsindonews – Manajemen perusahaan angkutan taksi Kosti Jaya merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil …

Watch Dragon ball super