Home / Berita / Mujizat Tuhan Dalam Perjalanan Kasus Ijazah Palsu

Mujizat Tuhan Dalam Perjalanan Kasus Ijazah Palsu

Jakarta, sketsindonews – Ketua Barisan Merah Putih, Willem Frans Ansyanay ceritakan panjangnya perjalanan kasus ijazah palsu yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Injili Arastamar atau STT Setia.

“Begini, kasus ini kan dilaporkan tahun 2016 di Polda Metro Jaya (PMJ) dan proses hingga penetapan tersangka cukup lama di Polda Metro,” ungkapnya, di Jakarta, Senin (28/5).

Menurutnya selama proses itu semua saran mediasi gagal karena pihak tersangka menantang akan melawan terus. Hingga akhirnya pada Februari 2018 kasus tersebut P21 dan ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

“Saat itu JPUnya ibu Sinaga menghubungi saya sampaikan bahwa kasus ini segera diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim). Disana akan dibantu oleh JPU Kejari Jaktim dibawah pengawasan JPU Kejati. Saya sih terimakasih karena akhirnya bisa P21,” ceritanya.

Saat P21, lanjut Frans, terdakwa ditahan 5 hari kemudian dialihkan ke tahanan kota, hal tersebut menurut JPU karena ada permintaan agar tersangka berstatus tahanan kota.

“Saya telpon JPU ibu Sinaga dan dia katakan ada permintaan supaya yang bersangkutan berstatuan tahanan kota. Ya saya gak bisa bilang apa-apa karena situasi sudah dibuat seperti itu dimana saya berasumsi JPU Kejati dibawah tekanan,” paparnya.

Saat itu, Frans yang juga merupakan saksi pelapor dan pihak korban hanya bisa mengikuti proses hukum, karena JPU memproses dengan cepat agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

 

Mujizat Tuhan

Memasuki proses persidangan yang dimulai dengan sidang esepsi, Frans mengaku sempat kurang yakin, mengingat jika esepsi terdakwa diterima, maka kasus tersebut akan lenyap dan korban tidak akan mendapatkan apa-apa.

“Sebetulnya saya tidak terlalu yakin bahwa kasus ini mendapat tuntutan 9 tahun dan subsider 6 bulan karena perubahan status tahanan para terdakwa, Saya pun getar-getir kalau dalam sidang esepsi, bisa-bisa esepsi terdakwa diterima maka kasus ini dibumihanguskan,” ungkapnya.

Namun, saat esepsi para terdakwa ditolak, Frans meyakino bahwa saat itu ada Mujizat Tuhan.

“Kemudian mujizat yang lain saya, yang tadinya tidak yakin ada hakim yang dicopot karena sama marganya dengan salah satu terdakwa bagi saya ini mujizat yang kedua,” katanya.

Mujizat lain yang dirasakan Frans terjadi pada pembacaan tuntutan, karena dalam proses sidang yang sangat panjang dan hingga memasuki sidang tuntutan JPU, Frans merasa akan ada intervensi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga tuntunannya menguntungkan para terdakwa, namun ternyata terjadi sebaliknya yaitu JPU Kejari membacakan tuntutan JPU Kejati 9 tahun dan subsider 6 bulan.

“Luar biasa Tuhan mengawal proses hukum ini,” ucap Frans.

Terakhir, Frans meyakini bahwa keteguhan membela orang yang tidak dianggap oleh pihak-pihak tertentu, maka disana tangan Tuhan akan menolong hambaNya

“Saya merasa bahwa dalam membela orang-orang miskin, terhina dan yang tidak dianggap oleh mereka yang mungkin kekuasaanannya absolut itu disana ada tangan Tuhan menolong hamba-hambaNya, karena mereka adalah biji mata Tuhan juga,” tutupnya.

(Eky)

Check Also

Buntut Pembobolan Bank 50 Miliar, Bank Mandiri Kemungkinan Akan Digugat

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali mengggelar sidang Praperadilan yang diajukan …

Watch Dragon ball super