Home / Artikel / Pertuni Lakukan Sosialisasi E Pub Kini di Denpasar Bali

Pertuni Lakukan Sosialisasi E Pub Kini di Denpasar Bali

Jakarta, sketsindonews – Pelatihan Buku E-Pub Untuk penyandang disabilitas Tunanetra Di Propinsi Bali terus dikembangkan walaupun fasilitas akses tunanetrsaat ini masih menjadi persoalan yang harus diatasi dengan lebih sistematis oleh Pemerintah.

Menurut Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), setiap tahun sekurang-kurangnya ada 10 ribu buku baru beredar di masyarakat. Dari jumlah tersebut, hanya kurang lebih 23 % yang telah diproses dalam format yang dapat dibaca secara Mandiri oleh tunanetra (format aksessibel); dari jumlah tersebut, sebagian besar dilakukan oleh masyarakat.

Pada tanggal 27 Januari 2018, Persatuan Tunanetra Indonesia, melalui kerja sama dengan Yayasan Mitra Netra, Yayasan Damandiri dan Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, akan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan buku e-pub untuk Tunanetra di Bali. Kegiatan dilaksanakan di aula kampus IHDN Denpasar, sekaligus dalam rangka merayakan HUT ke 52 Pertuni, jelas Aria Indrawati Ketua Umum Petuni dalam rilisnya kepada sketsindonews.com.(23/1)

Sebagaimana warga negara Indonesia pada umumnya, penyandang tunanetra juga memiliki hak yang sama, salah satunya hak untuk berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi.Hal ini telah diamanahkan pada Pasal 24 huruf b pada UU no.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menyebutkan,

Hak berekspresi, berkomunikasi, dan memperoleh informasi bagi penyandang disabilitas meliputi hak untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi melalui media yang mudah diakses.

Salah satu bentuk media yang dapat diakses oleh tunanetra untuk memperoleh informasi, yaitu buku-buku dengan format yang aksesible, seperti buku Braille, buku audio, serta buku elektronik yang dapat dibaca oleh perangkat lunak pembaca layar pada komputer dan telepon pintar yang dimiliki tunanetra.

Untuk meningkatkan fasilitasi akses buku bagi tunanetra, di akhir tahun 2016, Yayasan Mitra Netra telah meluncurkan perpustakaan buku digital online yang diberi nama Pustaka Mitra Netra (www.pustaka.mitranetra.or.id).

Sambung Aria, hingga saat ini, pada Pustaka Mitra Netra telah diunggah 503 buku dari berbagai genre yang jumlahnya terus akan bertambah. Buku-buku tersebut dibuat dalam bentuk elektronik versi E-Pub yang struktur bukunya disesuaikan dengan struktur buku asli sehingga sangat aksesibel bagi tunanetra.

Target kami pengunggahan buku elektronik ini akan terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya. Sebaliknya yang dapat menjadi anggota Pustaka Mitra Netra adalah tunanetra, baik yang masih memiliki sisa penglihatan (Low Vision) maupun yang buta total yang telah mendaftarkan diri serta memenuhi persyaratan menjadi anggota.

Salah satu persyaratan yang dimaksud, yaitu mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan keterangan bukti ketunanetraan yang ditandatangani pimpinan organisasi/lembaga ketunanetraan seperti Pertuni.

Aria Indrawati, kembali menegaskan Pertuni mengapresiasi dan mendukung kehadiran perpustakaan buku E-Pub yang diinisiasi oleh Yayasan Mitra Netra tersebut.

Selama ini di masyarakat memang telah ada buku epub. Namun, buku epub yang ada tidak dalam format teks, melainkan dalam format JPG yaitu file hasil pemindaian, yang hanya dapat dibaca dengan penglihatan, dan tidak dapat dibaca dengan perangkat lunak pembaca layar pada gadget tunanetra.

Itulah sebabnya, sejak awal tahun 2017, Pertuni pun menjalin kerja sama dengan Yayasan Mitra Netra untuk meresmikan sosialisasi penggunaan E-Pub dalam mengakses perpustakaan khusus untuk tunanetra, dan melatih tunanetra di seluruh Indonesia secara bertahap dan terus menerus untuk menjadi  pengguna perpustakaan online untuk tunanetra ini, papar Aria.

reporter : nanorame

 

Check Also

Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru

(Hesekiel 36:25-28) Renungan, sketsindonews – Terjadinya pembuangan bangsa Israel, bukan berarti Allah tidak mengasihi mereka, …

Watch Dragon ball super