Home / Artikel / Peserta Sidang Isbat di Masyarakat Bukan Perkara Mudah Mengikuti Nikah Massal

Peserta Sidang Isbat di Masyarakat Bukan Perkara Mudah Mengikuti Nikah Massal

Jakarta, sketsindonews – Sidang isbat dalam proses di pengadilan agama bagi calon pengantin kepersertaan nikah massal sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta bagi peran Lurah menjadi kewajiban minimal mendapatkan satu pasangan pengantin.

Mengikuti sidang isbat menjadikan program bagi pasangan yang sudah secara agama sah nantinya mengikuti nikah massal pada malam tahun Baru yang secara langsung akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di di Thamrin X Menteng Jakarta Pusat pada tanggal 1 Januari 2019.

atimediana.cikini.dampingi.isbat.kua.doc

Pantauan sketsindonews.com sidang Isbat dan nikah massal yang menjadi leading sektor Kabag Kesra dimana setiap Kelurahan mempunyai kewajiban membawa warganya dalam program sidang Isbat ternyata mengalami kendala dan tekhnis yang tak mudah mengajak masyarakat selain proses ketentuan adiministrasi pihak KUA sebagai dasar sahnya mengikuti nikah Sidang Isbat.

Menurut Lurah Cikini Ati Mediana menuturkan, pihaknya mengakui telah mendapatkan satu pasangan Syarifah warga Cikini RW 01 bersama suaminya Hendriansyah warga Kebon sirih yang memiliki 3 orang anak, pungkasnya.(11/12)

Tak mudah dalam mengedukasi pasangan untuk ikut sidang Isbat karena ada pemikiran yang berbeda antara pihak suami isteri diantaranya

Tambah Ati, selama ini saya turun langsung selain menemui pasangan tersebut agar mereka besedia ikut bagi kehidupan masa depan pasangan untuk nantinya memiliki dokumen nikah serta dokumen anak.

“Ada syarat yang harus di lakukan selain KTP KK dan pengantar di KUA
(N 1 N2) yang kami buat dari Kelurahan permohonan menikah, PM 1 yakni, dengan pengantar yang berisi minta keterangan KUA setempat untuk melaksanakan pernikahan isbat di pengadilan agama disertai surat kedua belah pihak pemelai suami isteri.”

Sepertinya, secara aturan agak ribet tapi ini yang harus kita sediakan bagi mereka sebagai aturan di proses Sidang Isbat oleh KUA, jelas Ati.

Untuk antisipasi ini maka kami langsung ke KUA dalam menuntaskan proses registrasi hingga pembayaran adiministrasi senilai 316 ribu rupiah sebagai syarat sidang pemelai mengikuti sidang Isbat, tutup Ati.

reporter : inong

Check Also

Presiden Jokowi Pemerintah Sudah Buka Jalan Pembebasan Ust Abu Bakar Basyir

Jakarta, sketsindonews – Rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar basyir yang kini di penjara selama 15 …

Watch Dragon ball super