Home / Artikel / Pihak Management Pertanyakan Dimana Kesalahan Perijinan TDUP Pariwisata Alexis Group

Pihak Management Pertanyakan Dimana Kesalahan Perijinan TDUP Pariwisata Alexis Group

Jakarta, sketsindonews – Penutupan Griya Alexis Group oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas ijin usaha tidak diperpanjang oleh Dinas Pelayanan Satu Pintu (BPTSP) Pemprov DKI Jakarta akhirnya menuai pertanyaan pihak management operasional Alexis terhadap ijin usaha, dimana kaitan ini tak ada pelanggaran yang diketemukan secara adiministrative, ujar Lina Novita SH Legal Corporate Alexis Group.

Kami menanggapinya, ujar Lina yakni dengan adanya isi surat dari Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemda DKI Jakarta yang tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

Pertama, kami mencoba memahami kebijakan Pemda DKI saat ini dan kami siap bekerjasama dengan Pihak Pemda
DKI guna mendukung setiap kebijakan Gubernur DKI.”

Kedua, Hotel maupun griya pijat Alexis adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang pariwisata dimana segala
sesuatu terkait perizinan maupun operasional telah kami laksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
yang berlaku saat itu hingga kini.

Ketiga, perlu diketahui bahwasanya sampai dengan saat ini di Hotel dan griya pijat kami tidak pernah ditemukan
pelanggaran, baik berupa peredaran narkoba maupun kasus asusila, terang Lina.

Keempat, pihak management kami menyadari bahwa semua tempat usaha memiliki kelebihan maupun kekurangan, dimana saat ini stigma yang terbentuk terkait nama alexis di identikan dengan tempat yang kurang baik, oleh karenanya kami akan berbenah dan melakukan penataan manajemen agar dapat keluar dari stigma tersebut.

Apabila ada kekurangan yang harus kami perhatikan maka kami terbuka menerima saran dan kritik untuk bisa
menjadi lebih baik lagi.

Kelima, tambah Lina kamipun menghargai surat yang telah dikeluarkan oleh Dinas PTSP, atas dasar hal tersebut kami melakukan penghentian operasional Hotel dan griya pijat Alexis dikarenakan belum dapat diprosesnya perpanjangan ijin Tanda Daftar Usaha Pariwisata kami.

Disini kami akan mengambil langkah untuk menunjukan bahwa pihak
kami taat aturan mana saja yang melanggar serta ketentuan syarat untuk kami lakukan pembenahan.

Selain itu kata Lina, perlu di pahami bahwa kami juga memiliki karyawan yang jumlahnya tidak sedikit dimana para karyawan tersebut juga merupakan tulang punggung keluarga, satu hal yang pasti belum terbitnya perpanjangan TDUP
usaha kami yang akan berujung pada penutupan usaha akan berdampak pada hilangnya mata pencaharian
mereka.

Untuk itu pihaknya meminta masyarakat maupun media berhenti menghakimi pihak kami secara sepihak, mohon juga di
lihat bahwa selama ini pihak kami merupakan salah satu pelaku usaha di kota Jakarta.

Dimana kami tidak pernah melakukan pelanggaran ataupun menerima sanksi terkait pelanggaran dalam bentuk apapun dari Dinas terkait yang merupakan cerminan bahwa kami pelaku usaha yang taat hukum dan turut berkontribusi nyata terhadap pembangunan kota Jakarta pada sektor pajak daerah (PAD) maupun pembukaan sektor lapangan kerja melalui sektor pariwisata.

Dengan tidak menutup kemungkinan kami mohon kepada Pihak Pemda DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Perizinan Satu Pintu untuk dapat memberikan solusi dan jalan keluar terbaik maupun arahan dan bimbingannya agar usaha kami di sektor pariwisata dapat terus berjalan.

Pastinya kami siap untuk melakukan pembenahan manajemen sesuai dengan arah kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, tegas Lina.

reporter : nanorame

Check Also

Rabu Tertib : Pemuda “Cogan” Stress Meronta Diangkut Petugas, 9 Gelandangan Warga Daerah

Jakarta, sketsindonews – Gelandangan, pedagang asongan dan anak terlantar dalam giat Rabu Tertib Kecamatan Sawah …

Watch Dragon ball super