Home / Artikel / Pilih Dekot : Joko Sardjono Aktivis Lingkungan, Sajikan Kisaran Problem Wilayah dan Solusi

Pilih Dekot : Joko Sardjono Aktivis Lingkungan, Sajikan Kisaran Problem Wilayah dan Solusi

Jakarta, sketsindonews – Penilaian panitia seleksi Dewan Kota Jakarta Pusat yang terdiri dari 7 orang personil atau pakar dari berbagai sumber di siplin ilmu terhadap penilain tim berkisar pada hasil pemahaman dan problematika wilayah calon sosok Dewan Kota dalam paparannya.

Salah satu calon Dewan Kota Kecamatan Kemayoran Joko Sardjono sekaligus aktivis lingkungan hidup saat sajian makalah melakukan paparan problematika wilayah serta sesi tanya jawab yang di pertanyakan oleh panitia seleksi di ruang Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I (2/10)

Pantauan sketsindonews.com dalam penilaian tim seleksi Joko Sardjono sangat lancar selain ungkapkan paparan kewilayahan seperti  isu sosial, PKL, lingkungan hidup, ketertiban umum serta pembinaan generasi muda yang selama ini menjadi kegiatan rutin oleh Joko Sardjono.

Menurur Joko Sardjono apa yang di kemukakan dalam sesi pertanyaan tim seleksi itu apa yang menjadi aplikatif dirinya tentunya sudah belajar selama pengabdian bagaimana mengatasi dan membangun buat wilayah, pungkasnya.

“Saya pun telah memperjuangkan apa itu wilayah sebuah perubahan paradigma koneksivitas kemitraan dalam menjalin dengan pemkot Jakarta Pusat.”

Ada 5 poin bagaimana menyelesaikan masalah problematika wilayah Kemayoran yakni : Pertama, pemberdayaan kapasitas SDM untuk ikut berpartisipasi di wilayah bisnis dengan menggelar pelatihan individu,

Kedua, bekerja sama dengan pihak swasta untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat seiring dengan mulainya pembangunan di berbagai sektor,

Ketiga,  sektor pendidikan masyarakat pentingnya hidup teratur dengan megatur area jalan, gerobak dengan tidak melanggar kepentingan umum, serta mengajak peran masyarakat membangun dan menjaga limgkungan, terang Joko.

Keempat, mengatur masyar.akat agat memiliki empati untuk saling menjaga kehildupan sosial yang saling asuh sehingga rukun dan nyaman.

Ini semuanya perlunya kapasitas koordinasi dari pemerintah DKI dengan bisa merangkul menggait lembaga dalam mendukung polarisasi sukses kinerja program Dewan Kota, tandas Joko.

Sementara warga Kemayoran Totok  (41) mengatakan, dalam tim penilai pansel untuk tidak terkontaninasi dalam menunjuk nantinya dalam hasil paparan apa yang sudah menjadi produk calon Dewan Kota, ucapnya.

Tak ada alasan lain jika pansel meloloskan hasil ranking menjadi terbaik, niscaya calon Dewan Kota menjadi layak.

Namun hal ini bisa saja terjadi jika ada kepentingan lain karena Dewan Kota mitra Walikota di kuatirkan dalam penilain ini Walikota mempunyai anasir sendiri sehingga bukan pada persolan kualitas, kapable, dedikasi, kemampuan hasil “prophet and test” hasil  putusan pansel.

Justru hubungan kedekatan individu (emosional) yang bisa merusak fungsi Dewan Kota menjadi kurang gregert bahkan kabur justru di paksakan bukan menjaring sosok calon yang berkualitas dalam pemahaman karakteristik wilayah, jelas Totok.

reporter : inong

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super