Back

Media Terpercaya

PKK dan Karang Taruna Harus Bisa Kolaboratif Edukasi Warga Lingkungan Hadapi Covid-19

Jakarta, sketsindonews – Hasil kolaboratif Kelurahan Kebon Kosong bersama PKK Unit RW 06 dan Karang Taruna Unit lakukan distribusi takjil sekaligus melakukan pembagian masker dan edukasi bagi pengendara di jalan Apron Raya (posko Covid – 19), Kamis (21/5/20).

Sebannyak 50 Anggota Karang Taruna Unit bersama PKK dan warga peduli lakukan aksi dengan turun memberikan langkah kongkrit bagi warga agar awerness serta pentingnya lakukan disiplin masyarakat untuk tetap mengikuti protokoler kesehatan dalam cara berinteraksi.

Menurut Ketua PKK Unit RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Hj.B.Diyan Yuniarti M.Msi saat dilokasi didampingi Ketua Karang Taruna Qorina menyatakan, dalam kegiatan ini merupakan gerakan partisipatif PPK dan Karang Taruna dengan membagikan takjil dan pemeriksaan dan distribusi masker.

“Keacuhah warga dijalan merupakan rasa keprihatinan kami melihat kondisi mobilisasi tinggi tentunya berdampak pada efek penularan Covid – 19 tanpa diketahui,” tukasnya.

“Awerness lah warga harus melihat bahwa ini merupakan harapan pemerintah dalam membentuk aturan PSBB yang telah masuk PSBB tahap II sehingga kami rasa memutus mata rantai covid dengan social distancing atau dirumah aja,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dilakukan berulang secara mandiri dengan harapan melalui gerakan kaum ibu dan Karang Taruna bisa menjadi pemicu agar warga lintas padat apron bisa tahu diri menjaga kesehatan.

Disamping itu Ketua RW 06 Ghurabillah menjelaskan, ini ibarat mobil kalo roda depan dan belakang harus seirama dalam satu mesin untuk jalannya mobil begitu walau jalan terjal harus bisa terkendalikan.

“Begitu pula PKK dan KT, dia itu ban mobil dalam satu wadah organisasi dengan mereka sesuatu hal diharapkan dalam pelaksanaan harus tergerak membangun kolaboratif,” ucapnya.

Terlebih PKK merupakan unit Kesehatan dalam gugus tugas Covid dan KT menjadi satu pemantau di gugusnya sehingga harus berjalan dalam menekankan pada edukasi ditengah pandemi yang sangat penting.

Aktivis lingkungan Joko Sardjono alias Joko Edan meminta kepada pemerintah daerah provinsi agar PKK serta peran SKPD lain juga tergerak turun bersama komponen lain untuk menggerakan langkah aplikatif dalam PSBB tahap II dalam kehidupan di masyarakat lingkungan.

Jadi sinergikan semua langkah di seluruh stake holder unit pemerintah agar semua target PSBB mempunyai ringkat keberhasilan sesuai harapan Gubernur DKI Jakarta Anies.

Di lokasi yang sama Lurah Kebon Kosong Suparjo mengatakan pihaknya sangat apresiasi atas langkah PKK dan KT dalam terus lakukan edukasi pelaksanaan Pergub di DKI Jakarta baik PSBB serta aturan lain untuk memutus mata rantai covid.

“Kita sadari wilayah Kebon Kosong merupakan zonasi merah sehingga perlu satu gerakan oleh anak muda cerdas maupun gerakan PKK sebagai salah sub bidang di gugus tugas Covid pelaksanaan di lapangan,” tutup Suparjo.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.