PKL Baju Ex Import SenenTak Hargai Pemkot Selesaikan Solusi Penataan Kawasan Trotoar

Jakarta, sketsindonews –  Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah mengambil langkah dan solusi terkait realokasi PKL ex baju Import Senen yang menguasai trotoar dan badan jalan, namun hal tersebut dihiraukan para pedagang dengan terus ngotot di jalan bahkan mengancam akan tetap berjualan sesuai keinginan.

Walau Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah mengultimatum batas akhir 1 Desember 2019 untuk pindah untuk selanjutnya  pemko bersama Tim gabungan akan menertibkan PKL Ex import.

Menurut Camat Senen, Ronny Jarmiko saat melakukan sosialisasi ditengah warga paseban membangun sterilitas trotoar kawasan Senen Raya mengatakan, pemerintah kota telah berusah memberikan solusi dan opsi terhadap keberadaan PKL Ex import untuk pindah kepasar Kenari tetap ditolak tak mau pindah.

Kedua minta di Blok III Pasar Senen mau mengikuti aturan PD Pasar Jaya dengan pembayaran sesuai aturan, awalnya mau tapi  syarat minta keringanan pembayaran murah tapi menempati los toko dengan fasilitas, hal ini tak mungkin pemerintah lakukan.

‘Jelas ini tidak bisa karena Blok III pasar Senen secara provite masih dimiliki developer dan tak mungkin kecuali dengan pembayaran hal sama seperti toko lain,” ujar Ronny, Minggu (01/12/19).

Lanjut Ronny, pemerintah Kecamatan mengambil opsi lain bersama Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara langsung terjun melihat pasar Atom Pasar Baru menjadi satu langkah alternatif baru dimana kondisi disana ada juga penjual baju – baju import juga sangat laku di Pasar Atom, tapi kembali di tolak pedagang Ex. import Senen.

“Alasan – alasan klasik terus dibangun oleh para pedagang dengan harapan trotoar ini menjadi milik mereka, selain maunya gratis alias tak mau bermodal,” ujarnya.

Dipihak lain Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat Sanusi mengemukakan, upaya realokasi  pemerintah untuk memberikan tempat legal sepertinya dimanapun lokasinya akan ditolak, bahkan mereka terus mengeluarkan statement menjelekan pemerintah tidak peduli atas nasib mereka serta tidak menghargai keinginan publik.

Untuk itu dirinya mengajak  masyarakat warga untuk secara bersama memberikan edukasi atas PKL Senen Ex Import selama ini merugikan lingkungan bahkan publik citra Senen harus menjadi kawasan destinasi trotoar.

“Elemen  (komponen) masyarakat untuk tidak terkecoh apapun menjadi alasan mereka PKL Senen membuat opinion publik,  masyarakat bisa mengcounter dan pembelaan agar mereka sadar semua jalan dan trotoar tak boleh dijadikan sarana ekonomi pemanfaatan sepihak,” terang Sanusi.

(Nanorame)