Back

Media Terpercaya

PKL Garuda Kemayoran Lakukan Partisipatif Penataan, Bagaimana PKL Garuda GSS…!!

Jakarta, sketsindonews – Kuliner pkl jalan Garuda Kelurahan Kemayoran berjanji pada pihak pemerintah Kelurahan untuk segera menata kawasan pendestrian ( trotoar) yang menjadi tempat lokasi bagi penggiat ekonomi saat masa transisi psbb. Hal ini diungkappkan kordinator pedagang Garuda Khairul Umam alias Bewok.

“Kami pedagang secara sadar akan menjaga lokasi ini sebagai pusat menu beragam nantinya dengan konsep lesehan, bukan dengan bangku untuk terlihat lebih indah serta terlihat nyaman jika ditetapkan pemerintah menjadi wisata kuliner,” tukasnya, Minggu (14/6/20).

Menurutnya, minggu ini pihaknya akan membersihkan lokasi secara partisipasif dengan disenfektan, mengecet cansten, pembersihkan (menyikat) trotoar kembali berwarna aslinya sesuai bentuk asli yang sudah dibangun Sudin Bina Marga.

“Kami harus koperatif bersama pemerintah dalam menjaga penataan kawasan ini bila kedepannya kawasan Garuda dijadikan potensi wisata Kuliner Malam Hari,” ujarnya.

“Namun disayangkan visi konsep ini belum sebangun dalam satu pemikiran dikarenakan pkl ini meliputi 2 (dua) wilayah antara Kelurahan Kemayoran dan Kelurahan Gunung Sahari Selatan,” tandasnya.

“Jadi diharapkan pemerintah Sudin UMKM dapat turun dalam membangun bersama konsep ini menjadi konsep lesehan terintegrasi untuk menjadi trade mark wisata malam kuliner, baik menata tendanisasi maupun space pendestrian dengan tampilan baru yang dapat diterima publik,” papar Bewok.

Sementara sumber diterima sketsindonews.com bahwa kawasan pedagang GSS sulit diatur untuk menggalang kepedulian partisipatif menjaga kawasan terlebih pkl itu katanya telah dikuasai RW setempat tanpa memikirkan lingkungan.

“Seharusnya RW itu sebagai pimpinan wilayah harus tidak berfikir instan justru harus ikut bersama pemerintah dalam membentuk karakter penataan kawasan jangan hanya berfikir setoran,” ujar sumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan tersebut.

“Pertanyaannya, kalo pkl garuda mau menata sebaliknya pedagang pkl Garuda GSS juga harus ikut mengikuti satu gerakan peduli menata bukan hanya jadi penonton, apa yang ingin dilakukan pkl garuda Kemayoran,” tambahnya.

Kata sumber, untuk kedepannya pkl juga harus melakukan penataan selain dalam satu payung membangun sebuah konsep wisata Kuliner ikonik di Kecamatan Kemayoran.

Diketahui pkl gss juga sudah habis masa JP nya jadi sangat rentan untuk dibubarkan bila tidak mengikuti aturan dalam ikut serta melakukan evaluasi serta penataan.

“Sikap masa bodo pkl gss selama ini tidak berfikir kedepan bagaimana bisa Sudin UMKM bisa pembina kalo tata kelola selama ini lebih banyak masuk kantong oknum tanpa ada timbal balik menjaga asset trotoar yang sudah dibangun Pemprov DKI Jakarta,” tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.