PKL Jiung dan PKL Sumur Batu Kemayoran Tak Indahkan Instruksi Gubernur DKI

Jakarta, sketsindonews – Pemerintah melalui Kapolri telah mengeluarkan maklumat terkait kerumunan massa kegiatan ekonomi berskala besar untuk sementara di tutup atau kegiatan itu ditunda untuk mengikuti aturan himbauan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pantauan sketsindonews PKL Jiung Kemayoran, PKL Sumur Batu ternyata masih saja melakukan aktivitas sejak sore hingga malam hari tanpa lakukan sterilitas bahkan antisipasi memenuhi standarisasi pelaksanaan kesediaan sarana prasarana pemenuhan untuk melakukan antisipatif dengan alat pelindung (masker), penyemprotan disenfektan hinga tempat cuci tangan (sanitezer).

“Mereka para PKL karena tak mau indahkan himbauan Gubernur DKI Jakarta terlebih tidak satupun melakukan inisiatif pencegahan atas tata kelola organisasi tertentu selama ini mengkordinir para PKL untuk tetap menjalankan kegiatan ekonomi,” ungkap warga Sumur Batu Dian (34), Kamis (26/3/20)

“Wilayah kami sementara ini tak terkena zona merah virus Covid dari hasil rilis pantauan TNI – Polri, sementara wilayah Kebon Kosong sudah ada korban meninggal karena Covid – 19 positif sehingga perlu pemerintah Kecamatan Kemayoran secara tegas melakukan sterilitas penyebaran Covid di sekitar kawasan,” ucap Dian.

Sementara Aktivis Lingkungan Joko Sardjono menyatakan, Ironis jika dua titik kerumunan itu masih membandel para PKL lakukan aktivitas mengundang publik tanpa memenuhi standar antisipatif serta secara terbuka interaksi publik secara berlebihan masih beroperasi.

Sementara pemerintah DKI melalui Satpol PP kini telah menutup beberapa kawasan kumpulnya massa (hiburan), cafe bahkan hingga orang hajatpun sementara dilarang.

“Jadi sudah saatnya warga menyadari atau para oknum yang memback up para PKL untuk sadar bahwa perkembangan mutan Covid – 19 sulit di prediksi sebelum adanya penularan secara masif,” tutup Joko.

(Nanorame)