Plt. Jampidus Berjanji Akan Limpahkan Perkara Korupsi Pemecah Ombak ke Pengadilan

Jakarta, sketsindonews – Pelaksana tugas Jampidsus, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Ali Mukartono dihadapan Jaksa Agung Sanitiar Baharuddin, menegaskan akan segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi pemecah ombak di Desa Likupang Minahasa Utara.

“Kita koordinasikan dengan Kejati Sulut untuk melakukan pendalaman sudah sejauh mana. Jika memang (terpenuhi semua unsur materil dan formiil) segera (dilimpahkan ke pengadilan),” kata Jampidum Ali Mukartono di Kompleks Kejaksaan Agung, Jumat (31/01/20) siang.

Sebelumnya pegiat anti korupsi Minut Connection, Noldy Johan Awuy kepada sketsindonews.com, Kamis (30/01/20) petang, mengutarakan dirinya telah berulang kali mendatangi Kejaksaan Tinggi Sulut. Namun belum ada tanggapan dari pihak Kejaksaan Sulut

“Kami sudah mendatangi Kejati Sulut untuk menemui kajati guna mempertanyakan terkait belum dilaksanakannya putusan pengadilan yang meminta agar penyidikan dalam kasus pemecah ombak kepada para pelaku korupsi yang belum dijadikan tersangka. Namun pihak kejati hanya mengajurkan untuk bertemu Yoni Malaka Kasipenkum Kejati Sulut. Sementara kasipenkum kepada kami hanya bisa menjawab secara klise bahwa kurang cukup bukti,” demikian dikatakan Noldy.

Noldy juga mempertanyakan ada apa dibalik ini semua sehingga Kejati Sulut belum juga melaksankan perintah Pengadilan Negeri Manado.

Untuk diketahui, Kejaksaan terkhusus Kejati Sulawesi Utara belum juga melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Manado Kelas 1 A, yang memerintahkan agar Kejaksaaan Agung maupun Kejati Sulut untuk melakukan penyidikan dan  proses hukum kepada setiap  orang yang terlibat korupsi  dalam proyek pemecah ombak di Desa Likupang Kabupaten Minanahasa Utara yang merugikan Negara sebesar Rp  8,8 miliar.

Putusan Pengadilan Negeri Manado Nomor:4/Pid. Pra/2019/PN.Mnd tanggal 8 April 2019 terkait dengan gugatan pemohon Rolly Wenas yang menggugat Negara Republik Indonesia Cq Jaksa Agung  selaku tergugat I dan Kejati Sulut sebagai tergugat II.

Gugatan praperadilan dilakukan  Rolly Wenas  karena pihak tergugat tidak mengusut tuntas atau memproses hukum Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan, mantan Kapolresta Manado Rio Permana, Decky Lengkey, Mario Rompis, dan Alex Panambunan sebagai tersangka. 

Untuk itu dalam putusan Pengadilan Negeri Mando melalui hakim tunggal   Immanuel Barru tersebut meminta agar pihak terguggat I dan II untuk  melakukan penyidikan dan proses hukum kepada mereka yang dimohonkan pemohon untuk dijadikan tersangka. Namun putusan itu hinggga berita ini diturunkan belum dilakukan pihak kejaksaan.

(Sofyan Hadi)