Home / Berita / Polemik Tv Digital, Charles Honoris Optimis Tahun Ini Selesai

Polemik Tv Digital, Charles Honoris Optimis Tahun Ini Selesai

Jakarta, sketsindonews – Anggota Komisi 1 DPR-RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris mengatakan akan berusaha mendorong pengesahan televisi digital.

Menurutnya program tersebut bukan diperlambat, namun seharusnya lebih cepat.

“Saya optimis di tahun ini revisi undang-undang penyiaran bisa selesai, mudah-mudahan tidak ada lagi hambatan sehingga implementasi bisa di jalankan. Dan tahun depan sudah bisa menjalankan,” ujar Cahrles di acara Talk Show di Novotel Gajahmada Jakarta Pusat, Kamis (2/11/17)

Lanjutnya, Ini menyangkut sumberdaya terbatas dalam  pembahasan harus hati-hati dan bnyak kepentingan stekholder dan kita sudah mengundang berkali-kali untuk mendapaykan masukan. Namun point alot adalah  single opertaor muks dan multi operator mux.

Dia meyakini bahwa pihaknya konsisten dengan poin ke 5 nawacita presiden RI bahwa, sumberdaya terbatas harus di kuasai oleh negara.

“Keputusan di komisi 1 DPR-RI berdasarkan musyawarah bahwa kita maju dengan single mux, begitu juga dengan BALEG juga mengambil keputusan single muks hanya menunggu pleno saja,  terakhir pembacaan pandangan fraksi dan tinggal selangkah lagi ke paripurna. Nanti di kembalikan lagi kepada Pemerintah kemudian ke DPR baru di sahkan menjadi undang-undang,” paparnya.

Di kesempatan yang sama Eric Limanto selaku Direktur Utama ASUKA Digital Car TV mengatakan bahwa Asuka spesialisasi mobil, karena mobil memiliki Tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi dari yang di rumah. “Di mobil membutuhkan perangkat yang canggih dan high teknologi sedangkan di rumah tidak memerlukan tekhnologi tinggi,” ujarnya.

Di Negeri kita Indonesia ini Sangat luar biasa luas daerahnya sehingga mereka bisa menonton siaran mendapat siaran dengan sangat luas, di mana digital chanel memberikan keleluasaan banyak siaran yang di terima.

Lanjutnya, untuk saat ini paling siaran yang di terima hanya belasan tetapi digital bisa memungkinkan 100 dengan prekuensi di udara bisa memuat banyak sekali.

“Dengan masuknya tekhnologi digital tujuannya untuk sesuatu yang lebih baik, lebih nyaman dan kapasitas yabg lebih tinggi. Namun saat ini belum bisa investasi dan belum bisa maju karena terkendala payung hukumnya sehingga tidak bisa siaran dan masyarakat belum bisa menikmati,” tutup Eric.

(Eky)

Check Also

Masyarakat Jakarta Bisa Buat Izin di Jakarta Fair 2018

Jakarta, sketsindonews – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, …

Watch Dragon ball super