Polisi Amankan Penyebar Hoaks Corona di Pamekasan

Pamekasan, sketsindonews – Kepolisian Sektor (Polsek) Pademawu mengamankan salah seorang warga Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, berinisial MS (50) karena menyebarkan kabar hoaks soal virus corona Covid-19. 

Kapolsek Pademawu Iptu Suryono melalui Kanit Reskrim Ipda Suyanto mengatakan MS diamankan pihak di dampingi anaknya, sekitar pukul 10.00 WIB yang dijemput langsung di rumahnya. 

Berdasarkan penyidikan polisi, kabar yang disebarkan guru yang berstatus ASN tersebut merupakan chat WhatsApp berantai yang menerangkan ada salah seorang warga di Desa Lemper, positif terjangkit virus corona. 

Informasi ini kemudian disaring MS melalui rekaman suara berdurasi 2.14 menit yang disebarluaskan ke grup guru di wilayah Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Karena pihak yang bersangkutan merupakan guru dari daerah setempat. 

“MS diamankan polisi masih berstatus sebagai saksi. Proses penyidikan akan berkembang setelah ditindaklanjuti pimpinan, yakni dari pihak Polsek ke pihak Polres Pamekasan,” kata Suyanto kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/3/20).

Sementara untuk penetapan tersangka, pihaknya masih menunggu gelar perkara. Penyidikan yang digelar menggunakan Pasal 45 A Ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

“Apabila jadi tersangka, di pasal ini hukumannya enam tahun,” paparnya. 

Meski demikian, dia berjanji akan mendalami kasus tersebut dengan menyelidiki lebih dalam penyebar pertama informasi hoaks tersebut. Namun karena hari libur, sementara pemanggilan saksi lain masih ditunda.

“Rekaman yang disebarkan MS nyatanya tidak sengaja. Terduga punya misi agar masyarakat waspada,” tegasnya. 

Namun siapa sangka, rekaman tersebut akhirnya membuat heboh publik. Pemerintah dengan stakeholder terkait, utamanya aparat kepolisian dicecar banyak masyarakat untuk mengklarifikasi viralnya rekaman itu. 

Tak lama dari itu, polisi pun menindak tegas informasi ini dengan meginterogasi kepada Pemerintah Desa tempat tinggal MS. Kepala Desa dengan sejumlah tokoh masyarakat dan keluarga MS berkumpul. 

Perbincangannya, polisi mengklarifikasi motif rekaman suara yang tersebar tersebut. Namun MS tidak sadar jika chat rekamannya itu banyak masuk ke jagad sosial media. 

“Pihak bersangkutan mengirim chat suara lagi yang isinya meminta maaf kepada masyarakat, apabila rekamannya tempo hari disebut kabar tidak benar alias hoaks,” pungkasnya.

(nru/akt)