Home / Artikel / Potensi Kebocoran Anggaran Proyek Trotoar Pemkab Bekasi
Ilustrasi proyek trotoar (Foto istimewa/ Jurnal Bandung)

Potensi Kebocoran Anggaran Proyek Trotoar Pemkab Bekasi

Jakarta, sketsindonews – Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman memaparkan bahwa di tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Bina Marga Dan Pengelolaan Sumber Daya Air, kini berganti nama menadi Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang. Menjalankan proyek pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede- Tegal Danas. Adapun lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Cikarang Selatan.

Dijelaskan juga bahwa Pemkab Bekasi memecah Proyek pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede-Tegal Danas menjadi tiga paket. Adapun anggaran yang disiapkan untuk proyek tersebut sebesar Rp 1.411.875.000. Berikut rinciannya:

Proyek pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede- Tegal Danas paket 2 dengan volume panjang 1.115 m dan lebar 1 m. dimenangkan oleh CV. Yana dengan anggaran yang disepakati sebesar Rp 408.744.000. Sedangkan dua paket pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede- Tegal Danas diborong yakni paket 1 dengan volume panjang 118 m, lebar 8 m, tinggi 0,25 m.

Dan pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede-Tegal Danas Paket 3 dengan volume 1.115 m, Lebar 1 m. Dimenangkan oleh CV. Bangkit Putra Pratama, untuk kedua proyek tersebut anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 927.705873.

“Ketiga proyek tersebut sesuai perjanjian kedua belah pihak seharusnya dikerjakan selama 89 hari, mulai dari 16 mei 2016 sampai dengan 12 agustus 2016,” papar Jajang, Selasa (08/8).

Terkait proyek ini, menurut Jajang, CBA memiliki beberapa catatan; Pertama ada dugaan permainan tidak sehat dalam penentuan pemenang proyek pembangunan Jalan dan Trotoar Tegal Gede-Tegal Danas.

“Hal tersebut terlihat dari selalu dimenangkannya CV. Bangkit Putra Pratama bisa dibilang perusahaan yang beralamat di Bekasi Mede RT. 004/002, Kel. Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur sangat beruntung. Karena sebenarnya masih terdapat perusahaan lainnya dengan tawaran rencah,” terangnya.

Lalu kedua, ditemukan potensi kebocoran anggaran sebesar Rp 183.044.000 hal ini karena nilai proyek yang disepakati pihak pemkab Bekasi dengan pemenang proyek kelewat mahal, jauh melenceng dari harga ideal yang ekonomis.

Terakhir, Jajang menghimbau agar temuan di atas menjadi catatan penting bagi penegak hukum di Kabupaten Bekasi. Agar lebih serius melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang dijalankan Neneng dan anak buahnya.

“Jangan sampai hari lahir Kabupaten Bekasi yang sebentar lagi bakal dirayain, dinodai dengan tindakan melawan aturan hukum yang ada,” tandasnya.

(Eky)

Check Also

Seruput Kopi Pahit Dari Deny Siregar Untuk SBY

Jakarta, sketsindonews – Secangkir kopi pahit di suguhkan Deny Siregar untuk Ketua Umum Partai Demokrat …

Watch Dragon ball super