Home / Artikel / Prabowo Coba Gandeng Puan Maharani Cawapres

Prabowo Coba Gandeng Puan Maharani Cawapres

Jakarta, sketsindonews – Secara diam – diam internal PDIP silang pendapat terkait majunya Puan Maharani yang ingin juga menjadi cawapres Jokowi, artinya suara PDIP dalam dukungan kepada petahana Jokowi semakin solid atau sebaliknya.

Walaupun dalam nama Cawapres Jokowi akan di umumkan jelang last minute setelah rumor berkembang selain Puan, nama – nama cawapres Jokowi bermunculan diantaranya Mahfud, MD, Moeldoko, Sri Mulyani Muhaimin Iskandar dsn JK untuk kembali mendampingi Jokowi.

Bagaimana pertemuan Prabowo – Puan dalam penjajakan yang di bangun bersama, apakah Prabowo akan di dampingi menjadi cawapresnya.

Sepertinya hanya ada dua bakal Capres RI yang potensial berkompetisi di Pilpres mendatang, yakni Prabowo Subianto dari oposisi kerakyatan dan Joko Widodo sebagai petahana.

Itu dikatakan jurubicara Jaringan ’98, Ricky Tamba, melalui surat elektronik ke media, beberala waktu yang lalu. (28/7)

Pertemuan Prabowo dan Puan membuat para spekulan politik serta para partai pendukung menjadi menunggu dalam dukungan terhadap para calon Presiden dan Cawapres pemilu 2019.

“Publik menunggu siapakah yang akan menjadi Cawapresnya Prabowo dan Jokowi. Pemilihan tokoh yang digandeng berpengaruh ke kepastian partai pengusung.”

Selain itu, akan membuat rakyat mengerti lebih awal tentang karakteristik kepemimpinan dan pertarungan gagasan dari pasangan yang dimajukan,” terang Ritam, sapaan akrabnya.

Bila Prabowo Subianto menggandeng Anies Baswedan, lanjut dia, akan menjadi sebuah perpaduan yang menarik bagi rakyat. Figur Prabowo yang sangat populis dan nasionalis patriotik, bersanding dengan sosok Anies yang santun, intelektual dan memiliki rekam jejak sebagai aktivis mahasiswa.

Beberapa partai selain Gerindra diprediksi akan tertarik turut mengusung. Selain berkarakter, rencana regenerasi kepemimpinan nasional akan berlangsung sesuai sikap yang telah dilontarkan Prabowo di beberapa kesempatan.

Di sisi lain, walau sudah ada puluhan tokoh nasional yang memiliki keinginan dilamar, petahana Joko Widodo sebaiknya memperhitungkan figur muda Puan Maharani yang baru berusia 45 tahun sebagai cawapresnya.

Selain faktor kepastian partai pengusung yakni PDI Perjuangan, jumlah basis massa hampir 24 juta pemilih solid di Pileg 2014 menjadi variabel penting dalam kontestasi elektoral.

Citra Jokowi yang jujur, sederhana dan merakyat akan mudah disosialisasikan all out melalui struktur konkret PDIP yang ada hingga seluruh perdesaan se-Indonesia, yang telah terbukti dan teruji menghantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan.

“Menarik bila 2019 Prabowo-Anies versus Jokowi-Puan. Kami yakin tingkat partisipasi pemilih akan meningkat dan politik elektoral menghasilkan kepemimpinan yang legitimasinya kuat dan berkarakter,” ungkapnya.

Ia berharap, proses regenerasi dapat berjalan alamiah serta Pemilu 2019 akan berlangsung jujur, adil dan damai.

“Jauhi segala upaya kecurangan, manipulasi data dan penyalahgunaan kewenangan yang dapat menciderai semangat demokrasi. Kalah legawa, menang tak jumawa,” pungkas Ricky Tamba

reporter : nanorame

Check Also

Politisi Gerindra M. Taufik, LSM Harus Awasi Sektor Pendapatan DKI Yang Menguap

Jakarta, sketsindonews – Pihak DPRD dalam menyusunan anggaran APBD DKI Jakarta yang mencapai 89,09 Trilyun …

Watch Dragon ball super