Praperadilan Matheus Mangentang Ditolak Di PN Jakpus

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menggelar sidang Praperadilan antara Matheus Mangentang sebagai Pemohon dengan Kepolisian Republik Indonesia cq Kapolri cq Kapolda Metro Jaya cq Kapolres Jakarta Pusat sebagai Termohon, Selasa (26/11/19).

Sidang yang di pimpin oleh Hakim Tunggal Sukeremi, SH., MH dengan nomor perkara 16/Pid.Pra/2019/PN Jkt.Pst tersebut digelar dengan agenda putusan.

Dalam pertimbangan yang dibacakan hakim, diketahui bahwa Kepolisian mempunyai kewenangan untuk melakukan gelar perkara tanpa sepengetahuan Pemohon.

Serta pihak kepolisian juga mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) jika tidak didukung bukti yang kuat.

“Dan polisi tidak bisa memaksakan apabila tidak ada petunjuk alat bukti dalam perkara tersebut,” ujar Sukeremi membacakan pertimbangan.

Terakhir dalam putusannya, Hakim Tunggal Sukeremi menyatakan menolak permohonan pemohon.

“Menolak seluruh permohonan pemohon,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum pemohon, Antoni Wibisono mengatakan bahwa majelis tidak mempertimbangkan apa yang menjadi dasar untuk memutus kenapa menghentikan penyidikan tersebut.

“Jadi kalau kami baca dari data putusan pengadilan materinya tidak ada hubungan dengan laporan polisi,” ujarnya usai persidangan.

“Langkah selanjutnya akan konsultasi terlebih dahulu dengan kliennya,” singkatnya.

Diketahui, Pemohon menggugat Termohon dalam sidang Praperadilan atas terbitnya SP3 atas perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan terlapor Willem Frans Ansanay.

(Eky)