Home / Apa Kata Mereka / Predikat Raih Adipura Presetius Kota, Supremasi Pejabat Yang Bekerja

Predikat Raih Adipura Presetius Kota, Supremasi Pejabat Yang Bekerja

Jakarta, sketsindonews – Piala Adipura merupakan supremasi penghargaan di bidang lingkungan hidup di bidang kebersihan kota, sepertinya hanya untuk menjaga kota bersama warganya untuk selalu di ingatkan begitu pentingnya menjaga nilai kota yang bersih, tertata serta berestetika.

Namun banyak warga bertanya, kalo tak ada adipura, apakah Jakarta bisa menjamin bersih dan bermartabat warganya dengan partisipatif aktif masalah menata lingkungan.(21/9)

kali.ciliwung.pasarbaru.sawah.besar.doc

Atau karena Adipura dengan terpaksa sampai saa ini “forlinear” Adipura selalu di komandoi oleh pemerintah (Lurah, Camat, SKPD) dan itu menjadi presetius bila sebuah kota meraih supremasi Adipura lambang lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Pantauan sketsindonews di Jakarta Pusat tim Adipura telah masuk penilaian P1 dan seluruh etalase titik penilaian akan di nilai dari mulai, kantor, titik pantau, cansten, komposting hingga kawasan protokol yang hijau.

Namun masih banyak perubahan pasca Asean Games 2018 yang steril kini kembali kawasan itu tak lagi berestetika baik trotoar, pkl hingga parkir jalan kembali duduk di barisan utama mengisi kekumuhan yang ada.

Belum lagi persoalan pekerjan saluran jalan atau bekas jaringan kabel, puing tergeletak tanpa tutup proyek yang membuat jalur penyempitan menjadi macet selain nilai Adipura akan mempengaruhi akibat faktor pelanggaran dan lemahnya kordinasi antar SKPD dalam menata kawasan.

Dari kaca mata tadi, mungkinkah Kota Jakarta Pusat akan kembali meraih Adipura seperti 2 tahun berturut – turut jika kondisi wilayah banyak di pengaruhi oleh pejabat yang masih galau dari psikis isu rotasi, mutasi.

Padahal predikat raih Adipura sebuah “presetius Kota dan supremasi pejabat yang bekerja” dalam membuat koordinatif seluruh komponen yang dilibatkan.

Apalagi untuk mengambil kebijakan yang taktis saja ragu karena rasa galau tingkat tinggi, di tambah kosongnya posisi jabatan yang hingga kini masih plong, selain isu pergantian akan cepat di laksanakan dari mulai Lurah, Camat, Sudin Tekhnis, Kepala Kantor, Kabag, Kasi, Kasatpel.

Menurut Victor Irianto Napitupulu (VIN) dari Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Negara (LP2AD) dikantornya Jalan Kemayoran Kebon Kosong Raya mengatakan, kini pejabat DKI hampir seluruhnya tidak berani dalam mengambil sikap karena Gubernur DKI Anies Baswedan belum merotasi, promosi dan mutasi bawahannya, ujarnya

Ini jelas sehingga mempengaruhi dari maksimalisasi penyerapan anggaran termasuk hal krusial dalam decesion di internal SKPD/UKPD.

Karena faktor keraguan (psikis) termasuk para Plt yang duduk tidak boleh dalam memutuskan rangkaian putusan terkait kebijakan pengguna anggaran, ucapnya.

“Korelasi ini banyak mempengaruhi maksimalisasi kinerja PNS, tak heran bila menata wilayah Jakarta (red. Adipura) yang sudah bagus saja untuk di pertahankan sulit dari kegiatan pasca Asian Games.”

Dan prestasi Adipura untuk sebuah kota tentunya menjadi idaman karena itu merupakan penilaian pemerintah pusat dalam sebuah prestasi seorang Walikota dalam meningkatkan peran kordinatif antara seluruh stake holder dan pemerintah, tutup VIN.

reporter : inong

Check Also

Peluru Nyasar “Latihan Nembak” Nyaris Mengenai Staff Ahli Anggota DPR RI

Jakarta, sketsindonews – Peristiwa peluru nyasar ke Gedung DPR diruang Wenny Warouw Anggota Komisi III …

Watch Dragon ball super