Home / Apa Kata Mereka / PTSL Gratis, Kok Diminta Duit, Ini Bukan Pungli

PTSL Gratis, Kok Diminta Duit, Ini Bukan Pungli

Jakarta, sketsindonews – Rumor isu permintaan pembiayaan oleh pihak wilayah RT/RW dalam urusan sertifikasi tanah program Nasional Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) menjadi perbincangan publik, di ketahui dalam pendaftaraan, pendataan pihak pemerintah menggeratiskan beban biaya pada pemohon.

Namun sisi lain beredar urusan sertifikasi terkena biaya illegal beredar, kenapa, apa iya setiap pemohon di kenakan biaya oleh kewajiban yang diminta oleh RT/RW, BPN, Lurah yang selama ini menjadi isu berkembang.

Dalam penyusuran sketsindonews kepada para Lurah di Jakarta Pusat di tanyakan hal ini mengatakan, pihaknya sama sekali tak meminta upah pengurusan sedikitpun, walaupun dalam peraturan pemerintah pihak lurah berhak menerima senilai 40 ribu rupiah per sertifikat, pungkasnya.

Tapi kami tak ambil ini, ujar Lurah tersebut Kami tak ambil honor karena bisa menjadi fitnah selain ini merupakan benar – benar pelayanan bagi warga masyarakat

Dalam SKB Menteri yang di tanda tangani oleh Kementerian Tata Ruang, PBN, Kemendagri dan Kementerian Desa bTertinggal sudah jelas tergambarkan ini gratis program Nasional Pemerintah Pusat yang menjadi target Presiden Joko Widodo.

Bila ada rumor terkait ini yang  pertama, substansinya beda, kami sudah jelaskan bagi peran RT/RW bahwa kaitan dengan pembiayaan itu mencakup ada yang wajib bagi pemohon untuk dipenuhi diantaranya, biaya materai, pengukuran bagi tim makan minum serta foto copy kelengkapan surat itu sudah wajib oleh pemohon, ujarnya. (27/8)

Kedua, persoalan jasa itu kan relatif oleh pemohon kepada yang urus seperti RT – RW dalam melaksanakan kegiatan adiministrasi wara – wirinnya, selain pemetaan lokasi bidang oleh BPN, itu wajar saja, katanya

Relatif biaya ini kisaran 200 ribu – 500 ribu atau bisa lebih, itu tergantung dari pemohon dalam memberikan jasa atau istilah uang lelah.

Punglikah PTSL tanya sketsindonews.com, itu tidak karena kami selaku Lurah sudah jelaskan iti jauh – jauh hari sebelumnya kepada peran RT/RW di wilayah dalam menyikapi isu biaya.

Saya pikir bukan pungli ini kan kembali pendekatan wilayah (RT/RW) tapi harus wajar lah dan melihat objek yang diminta secara financial, kalo tidak ini akan menjadi preseden buruk dari program pelayanan warga sertifikasi tanah gratis.

Diketahui selama ini biaya normal pembuatan sertifikat tanah di Jakarta sangat mahal, jelasnya.

reporter : inong

Check Also

Kalahkan Kejahatan Dengan Kasih Tuhan

Roma 12: 9-21 Renungan, sketsindonews – Kasih ini mesti dimulai dari dalam dulu, karena, tidak …

Watch Dragon ball super