Home / Berita / Puasa: Sebuah Upaya Peningkatan Disiplin dan Etos Kerja

Puasa: Sebuah Upaya Peningkatan Disiplin dan Etos Kerja

Oleh : Letko Sus Giyanto

SERING kita memaknai bahwa hikmah puasa hanya edentik dengan amalan-amalan agama saja, seperti sholat tarawih, baca qu’ran, sholat sunnah, berdo’a, dan lain sebagainya. Namun lebih jauh dari itu banyak amalan selain yang disebutkan tadi sesungguhnya adalah merupakan amalan yang justru tidak kita sadari tapi menjadi suatu amalan yang mempunyai nilai ibadah yang tinggi, semisal dalam peningkatan disiplin dan etos kerja baik di satuan kita bekerja maupun intansi lain yang merupakan tempat bekerja.

Sehingga hikmah menjalankan ibadah puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, tidak terbatas hanya dengan menahan lapar dan dahaga, selain berkaitan dengan amalan ibadah, namun juga kegiatan lain seperti bekerja/Dinas. Untuk itu dalam menjalankan ibadah puasa tidak hanya fokus terkait ibadah spiritual saja, namun sebenarnya puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia serta hubungan dengan Allah SWT.

Dengan hadirnya bulan suci Ramadhan ini, diharapkan mampu menjadi nutrisi baru dan motivasi bagi kita semua khususnya yang saat ini sedang melaksanaan pengabdianya kepada negara dan bangsa. Sebagai komitmen dan konsistensi kita dalam menjalankan tugas, maka untuk tidak bermalas-malasan bekerja, tetapi berupaya meningkatkan disiplin diri dan etos kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kita melakukan semua pekerjaan dengan niat karena Allah dan tentunya disertai doa agar apa yang kita kerjakan hendaknya selalu berada di jalan yang lurus dan diridhoi oleh Allah SWT.

Maka bulan yang penuh berkah ini hendaknya menjadi ajang intropeksi diri dan perbaikan iman, akhlaq, moral serta hati, sehingga dapat bekerja lebih optimal dan syukur profesional dengan niat mencari ridlo Allah. Maka makna dan hikmah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini bila ditinjau dari sisi rohani dan jasmani, diantaranya :

1. Melatih disiplin terhadap waktu

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, kita harus patuh pada waktu sahur dan buka. Kita bangun untuk makan sahur saat dini hari dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi bahwa kita bekerja dengan bangun lebih pagi, agar mendapatkan rejeki yang halal. Ini harapanya agar dapat menjalankan shaum dengan tetap kuat dan sehat di siang hari, perlu mengatur ritme bekerja agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.

2. Memberikan keseimbangan dalam kehidupan

Manusia pada hakekatnya adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah. Namun demikian, ada kalanya karena kesibukan pekerjaan duniawi dan hawa nafsu, terkadang melupakan kewajiban ibadah. Pada bulan suci Ramadhan ini, kita dilatih untuk mengingat dan melaksanakan seluruh kewajiban beribadah dengan imbalan pahala yang berlipat ganda.

3. Mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial

Pada bulan suci Ramadhan ini, rasa persaudaraan sesama muslim, tampak sangat jelas. Silaturahmi antar sesama semakin ditingkatkan, misalnya dengan shalat berjamaah di mesjid maupun mushola di tempat bekerja, yang juga diisi dengan doa Bersama adalah salah satuy media baik untuk meningkatkan kebersamaandan kekeluargaan.

4. Mengetahui bahwa ibadah puasa memiliki tujuan

Tujuan puasa Ramadhan adalah melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Akan tetapi, jika tujuannya gagal maka puasa tidak memiliki arti apa-apa. Dengan demikian kita menjadi terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala amal ibadah termasuk kegiatan rutin yang kita jalani sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menghasilkan kinerja yang baik dan profesional.

5. Mengetahui tiap kegiatan mulia merupakan ibadah

Kita menyadari bahwa setiap langkah kaki menuju masjid merupakan ibadah, menolong orang juga ibadah, berbuat adil pada manusia juga ibadah, tersenyum pada saudara termasuk ibadah, membuang duri di jalan juga ibadah, sampai tidurnya orang yang berpuasa merupakan ibadah, sehingga segala sesuatu yang baik kita jalankan dapat dijadikan ibadah. Demikian halnya dengan bekerja di lingkungan kantor seusai tugas dan fungsinya dengan baik juga termasuk ibadah. Dengan menjalankan ibadah puasa diharapkan kita mengetahui bahwa tiap kegiatan merupakan amal ibadah dalam kehidupan ini.

6. Meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan perbuatan

Berpuasa dibulan suci Ramdhan ini akan bernilai sempurna dan tidak sia-sia, apabila selain menahan lapar dan haus juga kita menghindari godaan dan keharaman atas mata, telinga, perkataan dan perbuatan. Dengan demikian kita harus menjalankannya pada kehidupan keseharian di tempat kerja dan lingkungan masyarakat. Latihan ini memberikan kemajuan positif bagi kita, agar setelah selesai bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, fitnah, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

7. Melatih diri menjadi lebih tabah dan sabar

Selama Puasa pada bulan suci Ramadhan ini, kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya tidak boleh marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan agar bersifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa. Hal ini hendaknya dapat menjadikan diri lebih tabah tidak hanya pada saat puasa dibulan suci Ramadhan ini namun hendaknya tetap sabar dalam melaksanakan tugas.

Check Also

21 orang Crew, Kadet Kapal Negara Adhara Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Dilaporkan Positif Covid-19

Tanjungpinang, sketsindonews – 21 orang Crew, Anak magang/Kadet di Kapal Negara (KN) Adhara Distrik Navigasi …

Watch Dragon ball super