Back

Media Terpercaya

Razia Masker di Pamekasan Didenda Rp20 Ribu: Ditilang Langsung Disidang

Pamekasan, sketsindonews – Operasi gabungan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mulai gencar dilakukan oleh aparat penegak hukum, setelah terbit Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan Nomor 50 Tahun 2020 Tentang Kedisiplininan Protokol Corona.

Terbukti pada Senin (14/9/20) sore, operasi gabungan yang melibatkan sejumlah elemen mulai dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri, turun tangan melakukan razia masker terhadap pengendara roda dua dan empat di sekitar Monumen Arek Lancor, Kota Pamekasan.

Alhasil terdapat ratusan pengendara yang terjaring razia tidak menggunakan masker. Mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Sebagai jaminan sanksinya, pelanggar diminta menunjukkan kartu tanda pengenal berupa e-KTP, kemudian ditilang. 

Setelah ditilang dengan menggunakan jaminan e-KTP, pelanggar diwajibkan menembus e-KTP tersebut dengan mengikuti proses sidang. Dalam perkara sidang ini, hakim menjatuhkan sanksi denda senilai Rp20 ribu. Sehabis disidang, pelanggar diberi masker. 

”Uang denda ini digunakan untuk kepentingan Covid-19,” kata Hakim Pengadilan Negeri Pamekasan Doni pasca menyidangkan pelanggar di lokasi razia. 

Menurut Doni, sanksi denda Rp20 ribu tersebut sudah diukur dengan kemampuan masyarakat. Namun maksimal denda yang diberikan Rp100 ribu. Dengan demikian, berharap pelanggar dapat disiplin mematuhi protokol saat beraktivitas. 

Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi mengatakan, razia masker yang menyasar terhadap sejumlah pengendara sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus corona. 

“Pelanggar banyak, kami tindak dengan mengikuti proses sidang, dan membayar denda pula secara langsung kepada pihak Pengadilan Negeri,” kata Kusairi.

Terpisah, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang ikut turun dalam kegiatan razia tersebut mengungkapkan, Perbup Protokol yang baru saja disahkan akan tetap diterapkan dengan mengedepankan edukasi akan pentingnya menggunakan masker. 

“Kalau denda bermacam-macam. Paling tinggi Rp100 ribu. Kalau yang pakai masker, cuma hanya ditaruh di dagu, itu bisa Rp5 ribu,” kata Baddrut. 

Dalam kegiatan razia, Baddrut berharap agar masyarakat Pamekasan menyadari pentingnya kesehatan dengan bermasker dan menaati aturan yang ada. 

“Masker ini melindungi kita, jaga jarak melindungi kita pula. Makanya sayangi diri kita, sayangi keluarga kita, dan sayangi tetangga kita,” tandasnya.

(nru/skt) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.