Home / Berita / Rezeki Merupakan Rahasia Allah SWT

Rezeki Merupakan Rahasia Allah SWT

Oleh: Letkol Sus Giyanto

Pandangan manusia jauh berbeda dengan pandangan Allah SWT., manusia selalu berpikir yang kasat mata yaitu sesuatu yang dilihat enak, manis, dan menyenanangkan. Padahal itu belum tentu baik dan memberikan manfaat yang sebenarnya. Dan sesuatu dalam pandangan manusia kurang baik, belum tentu hal itu tidak baik dihadapan Allah SWT. Justru bisa menjadi sebaliknya yaitu lebih baik dan barokah.

Banyak orang beranggapan bahwa rezeki semata-mata hanya berupa harta dan benda. Hal tersebut tentunya berbeda dengan sudut pandang menurut islam. Rezeki menurut islam bukan hanya berupa harta dan benda, apalagi yang semata-mata karena hasil (kerja) manusia. Rezeki dalam islam mencakup semua apa yang ada di dalam kehidupan manusia. Berupa jabatan, pangkat, waktu, kesehatan, kesempatan, kecerdasan, anak, keluarga, tetangga serta kenikmatan lainya.

Allah SWT berfirman : “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah diantara yang kamu sekutukan dengan Allah itu dapat berbuat demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutuan.” (QS. Ar-Rum : 40)

Ada sebuah cerita singkat dari Imam Al-Ghazali, bahwa pada suatu hari datanglah seorang yang telah kehilangan semangat kepada seorang hakim. Lantas dia menanyakan tentang mengapa ada seorang yang bodoh tetapi mendapat rezeki yang layak. Sedangkan, di sisi lain, ada seorang yang mempunyai otak cemerlang tetapi tidak mendapat rezeki yang layak.

Mendengar pertanyaan itu, sang hakim menjawab,”Jika setiap orang yang mempunyai otak cemerlang mendapat rezeki yang layak, dan setiap orang yang bodoh tidak mendapat rezeki yang layak, maka akan timbul sebuah asumsi bahwa seorang yang mempunyai otak cemerlang dapat memberikan rezeki kepada temannya. Akibatnya, setelah orang lain tahu dan berpandangan bahwa yang dapat memberi rezeki itu adalah temannya sendiri, maka tidak ada artinya usaha yang mereka lakukan untuk mendapat rezeki tersebut.”

Dengan demikian kita harus yakin bahwa ikhtiar itu menjadi bagian dari penyebab datangnya rezeki, meski rezeki itu datangnya dari Allah. Sehingga untuk mendapat rezeki, maka manusi harus berusaha dan menjemput rezeki itu juga penting.

Dari peristiwa tersebut, maka ada empat tingkatan bagaimana cara Allah memberi rezeki kepada manusia :

Pertama, rezeki tingkat pertama (untuk orang beriman dan bertakwa) (QS ath-Thalaq : 2-3). Hal penting yang perlu dilakukan sebagai manusia yang diberi akal budi, kita tetaplah harus berikhtiar, berusaha untuk mendapat rezeki itu. Terlepas nanti apakah rezeki kita banyak atau tidak, itu dikembalikan kepada Allah. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Kedua, rezeki tingkat kedua, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,” (QS an-Najm : 39). Allah akan memberi rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakan hambanya. Jika kerja lebih lama, lebih rajin, lebih berilmu, lebih sungguh-sungguh, ia akan mendapat lebih banyak. Tidak pandang dia itu Muslim atau kafir.

Ketiga, rezeki tingkat ketiga, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangatlah berat.” Inilah rezeki yang disayang Allah.

Keempat, rezeki tingkat keempat (yang dijamin oleh Allah), “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di atas bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya,” (QS Hud: 6). Artinya, Allah akan memberi kesehatan, makan, dan minum untuk seluruh makhluk hidup di dunia ini. Ini adalah rezeki dasar yang terendah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua rezeki yang ada itu berasal dari Allah karena Allah adalah ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki). Allah memberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Firman Allah, “Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki),” (QS ar-Ra’du, ayat 26). Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezeki masing-masing. Oleh karena itu, selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki. Persoalan rezeki telah diatur oleh Allah SWT.

Melalui ramadhan ini, semoga KelBes Muspusdirla diberikan rezeki yang halal dan barokah dari Allah SWT., sehingga bermanfaat kepada keluarga, dan orang lain aamiin yra…..

Check Also

21 orang Crew, Kadet Kapal Negara Adhara Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Dilaporkan Positif Covid-19

Tanjungpinang, sketsindonews – 21 orang Crew, Anak magang/Kadet di Kapal Negara (KN) Adhara Distrik Navigasi …

Watch Dragon ball super