Home / Berita / Rumah Sakit Didemo, Masa Aksi Langgar Undang-undang, “Anak Autis” Gagal Terapi

Rumah Sakit Didemo, Masa Aksi Langgar Undang-undang, “Anak Autis” Gagal Terapi

Jakarta, sketsindonews – Demo buruh  FSP FARKES-R (Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan) beberapa hari sebelumnya di depan Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi (RSIJPK) Jakarta Timur, selasa, 25 September 2018 lalu menuai keprihatinan.

Diketahui demo tersebut bermula atas di PHKnya Idris Idham selaku Ketua Umum FSP Farkes-R oleh pihak Managemen RS Islam Jakarta Pondok Kopi atas indisipliner yang dilakukannya.

Menanggapi demo tersebut, Dr. Andriyani Kusumawati, Direktur Pelayanan Medis RSIJPK mengatakan, bahwa aksi yang menuntut agar Idris Idham bisa bekerja kembali dan tidak di PHK tersebut telah mengganggu pelayanan pasien yang tengah berobat.

Sementara menurut andriyani pemutusan kerja sudah sesuai dengan peraturan. “Surat peringatan 1, 2 dan 3 sebelumnya sudah dilayangkan namun tidak ada perbaikan kinerja meskipun sudah dilakukan pembinaan secara bertahap dan melakukan pemanggilan terhadap Idris Idham,” terangnya, saat ditemui, Jumat (28/9).

Dengan mengingat pelanggaran tindakan indisipliner yang terus berulang dan semakin sering terjadi di lakukan Idris Idham, maka dijatuhkan PHK atas perintah atau keputusan dari BPH RS Islam Jakarta yang telah mengajukan permohonan proses Tripartit melalui suku dinas tenaga kerja dan transmigrasi Jakarta Timur.

“Maka dilakukan proses Tripartit dimana ada komunikasi antara pihak pemilik rumah sakit dengan pihak pekerja yakni saudara Idris yang sudah dilakukan,” katanya.

“Harapan dari Tripartit adanya penyelesaian namun tidak ada penyelesaian sehingga Triparti sudah dilakukan berulang beberapa kali tetapi tidak ada kata sepakat sehingga dilanjutkan proses Tripartit,” tambahnya.

Sebelumnya ungkap Andriyani, sudah ada pemanggilan dari dinas ketenaga kerjaan namun dari pihak Idris tidak hadir.

“Proses PHK ini ada prosedurnya jika tidak ada penyelesaian proses Tripartit maka selanjutnya proses Pengadilan Industrial kami siap sampai ke hal tersebut,” tegasnya.

Lanjutnya, dia sangat menyayangkan sikap Idris dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, dimana pihak Rumah Sakit berharap dapat menyelesaikan sesuai jalur.

“Namun beliau (Idris Idham) malah membawa masa,” sesalnya, karena mengacu pada undang-undang No. 9 tahun 98 tentang kebebasan pendapat di muka umum salah satu tempat yang dilarang untuk melakukan demontrasi adalah rumah sakit. “Namun kenyataanya kemarin terjadi dan kami sangat sedih,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, pada saat diterima perwakilan aksi, tidak ditemukan kesepakatan karena pihak RSIJPK menawarkan jalur formal, namun dari pihak Idris Idham diluar jalur formal dan menghendaki aksi turun dijalanan. “Sedih sekali,” katanya.

Andriyani berpesan, untuk siapapun mereka agar menggunakan sisi kemanusiaan dan hati nurani mengingat tempat yang mereka demo adalah rumah sakit.

Dan pada saat aksi tersebut, dikatakan beberapa pasien yang sedang rawat inap sempat komplain, serta ada anak-anak auits batal terapi.

“Gunakan hati nurani, optimalkan jalur formal yang sudah disediakan oleh pemerintah dan hindari memaksakan kehendak melakukan aksi dan hindari fitnah,” tutupnya.

(@d2)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super