Home / Berita / Rupiah Melemah, BEM SI Gruduk Kementerian Keuangan

Rupiah Melemah, BEM SI Gruduk Kementerian Keuangan

Jakarta, sketsindonews – Berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jumat (14/9) lakukan aksi di depan gedung Kementerian Keuangan RI.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 13.30 di depan Monumen Pembebasan, kemudian dilanjutkan dengan longmarch disertai nyanyian lagu Indonesia Raya dan Totalitas Perjuangan.

Melalui, koordinator Wilayah BEM se-Jabodetabek dan Banten, M. Wildan Habibi diketahui bahwa aksi yang membawa tagar #BeraniPegangRupiah ini menekankan kepada pemerintah bahwa kondisi perekonomian Indonesia sedang kritis apabila tetap dibiarkan begitu saja.

“Hal ini ditandai dengan melemahnya rupiah kian waktu di tahun ini hingga mencapai Rp. 15. 049.,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa massa aksi sempat kecewa karena tidak ada itikad baik dan alasan yang jelas dari pihak Kementerian Keuangan untuk menandatangani kontrak politik berisi tuntutan mahasiswa yang sebelumnya disepakati secara verbal oleh perwakilan Kementerian Keuangan.

Lanjutnya, dalam aksi kali ini, ada 7 hal yang menjadi tuntutan mereka yakni pertama mendesak pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah melemahnya nilai tukar rupiah tanpa harus mengintimidasi produk produk lokal untuk bersaing di dalam pasar nasional.

Kedua, Menekan pemerintah untuk mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah.

Ketiga, mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternatif ekspor dan mengurangi impor.

Lanjutnya, keempat menghimbau masyarakat agar meningkatkan penggunaan produk lokal dan mengurangi konsumsi produk asing.

Lalu kelima, mengajak masyarakat untuk tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah agar nilai rupiah menguat dan menukarkan dollar-nya, agar devisa dollar terus terjaga di dalam negeri akan kondisi rupiah kembali membaik.

Keenam, menekankan pemerintah supaya mempermudah sistem bongkar muat di pelabuhan yang akan berdampak mudah nya system ekspor dalam negeri ke luar negeri.

Dan terakhir point ke tujuh, mereka mendesak pemerintah untuk mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat.

Kemudian aksi tersebut ditutup dengan sumpah mahasiswa dan doa bersama.

(Eky)

Check Also

Fokus Survey KHL, Said Iqbal: Gubernur Tidak Harus Tunduk Pada PP 78/2015

Jakarta, sketsindonews – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Gubernur …

Watch Dragon ball super