Back

Media Terpercaya

Satpol PP Jakarta Pusat Kosentrasi Pengawasan Pasar dan Mall Untuk Patuhi Aturan Kesehatan

Jakarta, sketsindonews – Satpol PP Kota Jakarta Pusat di saat masa transisi psbb, ikut mendorong kembali gairah ekonomi ditengah pandemi dengan melakukan pengawasan kerawanan covid – 19 pada pusat central ekonomi.

Kasatpol PP Kota Jakarta Pusat Bernard Tambunan di sela rapat, Rabu (1/7/20) menyatakan, pihaknya telah lakukan pemetaan Anggota personil Satpol PP untuk terus mengawasi kerumunan terutama Pasar Tradisional, Mall selama ini mulai bergairah, tentunya protokol kesehatan menjadi satu kewajiban untuk ditaati bagi pelaku ekonomi menjalankan bisnisnya.

“Ada sebanyak 27 pasar serta 20 Mall yang tersebar di Jakarta Pusat untuk setiap hari kita temparkan 3 personil (pasar) dan 4 personil (mall) setiap harinya untuk mengawasi tingkat pelanggaran,” paparnya.

“Hingga saat ini sekitar penegakan hukum sejak pssbb dan transisi pihaknya telah menghasilkan sekitar hampir 200 juta rupiah pelanggaran pelaku ekonomi sesuai pergub dan masyarakat tanpa maker,” ucapnya.

Untuk personil Satpol PP dalam menjamin keselamatan petugas Satpol pihaknya telah meminta anggotanya untuk ikut rapid test (SWAB) di masing Kelurahan Kecamatan, dan telah 50 persen Anggota Satpol berpartisipasi ikut terlibat di test rapid.

HBKB HI – Sudirman

Sementara lanjut Bernard, untuk kawasan terbuka seperti jalan strategis seperti Bunderan HI, Jalan Sudirman – Thamrin, jalan Telung Betung hingga Indosat pihak satpol terus lakukan operasi masker dengan sangsi denda bagi pelanggar yang melintas.

Personil kita perkuat dengan menarik personil di pos chek point yang ada diwilayah sudah tidak efektif selama ini hanya foto – foto an saja, maka kita programkan bagi pengawasan HBKB (lokal), Mall dan Pasar Tradisional.

HBKB HI – Sudirman (CFD) sebenarnya menurut dia tak perlu juga diberlakukan selama HBKB (lokal ) dijalankan ditengah lingkungan karena untuk mengurai massa.

“Massa CFD Thamrin justru dari berbagai kalangan yang hadir dan itu masih rentan walau protokoler kesehatan dan pengawasan diperketat pihaknya dengan keterbatasan personil logistik dan anggaran sejak pandemi,” tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.