Back

Media Terpercaya

Segunung Prestasi Karya Hakim Dr Yanto

Jakarta, sketsindonews – Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang berada di Jalan Bungur Raya. Tampak gagah dengan empat pilar besar sebagai penopangnya.

Di atas lahan seluas 7.419 meter persegi itu, berbagai prestasi telah ditorehkan dengan tinta emas oleh tangan dingin pemimpin PN Jakpus yakni Dr Yanto. Hal itu membuat pengadilan yang berada di pusat ibukota menjadi barometer untuk pengadilan lain di Indonesia.

Sebut saja penghargaan dari luar negeri yakni IPC peradilan moderen. Kemudian sisten modern anti penyuapan atau SMAP dari Usaid. Selanjutnya akreditasi dengan nilai A dan Juara 1 pelayanan terpadu satu pintu alias PTSP.

Selain sederet prestasi, PN Jakpus juga telah melakukan aneka ragam jenis aplikasi dibawah kendali pria yang gemar memainkan wayang kulit.

Diantaranya, aplikasi standar pelayanan peradilan dan penerapan adminitrasi pengadilan berbasis teknologi informasi pada PN Jakpus Kelas 1A.

Menurut pria kelahiran Gunung Kidul Yogyakarta, saat berbincang dengan sketsindonews.com, Rabu (24/6/20) sore, mengatakan, inovasi yang dilakukan berdasarkan surat edaran Direktur Jendral Badan Peradilan Umum (Badilum), tanggal 20 Juni 2014 nomor: 3/DJU/HM.02.3/6/2014 tentang adminitrasi pengadilan berbasis teknologi informasi di lingkungan peradilan umum.

Dikatakannya terobosan-terobosan dan inovasi yang telah dilakukan diantaranya yakni: persuratan elektronik, relay on registrasi online, surat keterangan secara elektronik, sistem peradilan teradu berbasis IT atawa SPTIT, gugatan online dan elitigasi dan telekonferensi.

“Inilah yang bisa saya dedikasikan untuk negara. Semoga apa yang telah saya kerjakan bisa bermanfaat untuk masyarakat, khususnya di bidang peradilan umum,” ungkap Hakim Tinggi Dr Yanto yang juga merupakan seniman wayang kulit serta akademisi pasca sarjana di berbagai universitas negeri maupun swasta di Indonesia.

Kini ia telah dipromosikan oleh Ketua Mahakamah Agung kala itu Dr Hatta Ali, sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Denpasar. Dan tongkat estafet pun telah beralih kepada Muhammad Damis sebagai penggantinya.

Semoga sukses di tempat yang baru, Pak!

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.