Home / Berita / Sempat Ditunda, Kasus PCC Kamis Besok Dituntut
Contoh Obat PCC. (Dok. Tribunnews)

Sempat Ditunda, Kasus PCC Kamis Besok Dituntut

Jakarta, sketsindonews – Sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa kasus Paracetamol, Caffein dan Carisofrodol (PCC) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), selasa (10/4) kembali ditunda.

Menurut, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) Syafrudin Ainor Rafiek yang juga bertindak sebagai Ketua Majelis dalam sidang tersebut, penundaan dilakukan karena terdakwa sedang dalam kondisi sakit.

“Sidangnya ditunda hingga kamis, karena dua orang terdakwa sakit, jadi sidangnya ditunda,” katanya. Adapun dua terdakwa tersebut adalah Budi Purnomo dan Leni Kusniawati.

Hal senada juga disampaikan oleh
Kasipidum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Ahmad Muchlis yang mengatakan bahwa permintaan ditunda tersebut datang dari kuasa hukum terdakwa dengan alasan sakit.

“Tadi yang memohon untuk di tunda adalah PH sendiri, dengan alasan sakit,” katanya, saat ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari) pada hari yang sama.

Sementara untuk pembacaan tuntutan, dia memastikan bahwa pihaknya telah siap. “Tadi sudah siap semua, bahkan saya sudah tidak ada toleransi lagi, harus di bacakan,” ungkapnya.

Namun menurutnya, pihaknya juga harus menghargai hak terdakwa. “Tapi kalau sudah mendekati habis penahanan ya harus juga,” tegasnya.

Terkait kepastian kapan akan diputuskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri mengatakan bahwa dari pihak majelis hakim memberi waktu dua hari yakni harus dibacakan pada Kamis 12 April 2018 mendatang.

“Hakim ngasih dua harilah, Kamis (12/4),” singkatnya.

Sebagai informasi, pada September 2017 lalu, pihak kepolisian berhasil membongkar peredaran pil PCC di Rawamangun, Jakarta Timur.

Tidak tanggung-tanggung polisi berhasil mengamankan 19.000 butir pil PCC dan empat terdkawa yakni Budi Purnomo, Leni Kusniawati, Muhammad Aqil Siraj dan Will Yendra.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit mobil Pajero dan Avanza, uang tunai Rp 450 juta, buku tabungan atas nama FR (anak Budi Purnomo), buku tabungan Budi Purnomo dan Leni, empat ton bahan baku, dua unit truk, 171 ribu pil PCC, 1,2 juta butir pil Zenith, 35 ribu butir pil carnophen, 100 ribu butir pil dexomethorpan, serta mesin produksi obat PCC.

Para terdakwa dijerat Pasal 197 subsider Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Untuk Budi, penegak hukum turut mendakwa dengan Pasal 3 dan Pasal 4 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

(Eky)

Check Also

Nah Loh, Laporin Korupsi Malah Diancam dan Balik Dilaporin

Jakarta, sketsindonews – Riesqi Rahmadiansyah perwakilan Advokat Pro Rakyat sebut PP 43 thn2008 terkait perlindungan …

Watch Dragon ball super