Home / Artikel / Sempat Tarik Menarik Pedagang Parcel Pegangsaan Saat Ditertibkan

Sempat Tarik Menarik Pedagang Parcel Pegangsaan Saat Ditertibkan

Jakarta, sketsindonews.com – Pedagang parcel jalan pegangsaan yang mencoba “Kekeh” membuka lapak dengan tenda terpaksa ditertibkan pasukan Satpol gabungan tingkat Kota Jakarta Pusat, tadi pagi pukul 10.00 WIB. (7/6)

Sebanyak 75 pedagang harus gigit jari pasalnya, pihak Pemkot Kota Jakarta Pusat tetap melarang mereka melakukan aktifitasnya di jalan Pegangsaan Raya.

Sebelumnya pihak Kelurahan Pegangsaan melalui Lurah Suprayogi telah beberapa kali melakukan pemahaman sosialisasi termasuk opsi solusi, namun mereka tak mau di pindahkan di pasar Kembang Cikini yang sudah dipersiapkan pihak pemerintah Kecamatan Menteng.

doc.sketsindonews.com

Inisiatif pedagang dengan membuka sewa tenda terpaksa ditertibkan petugas sesuai dengan dasar surat kesepakatan yang mereka tanda tanda tangani pada tahun 2015 yang lalu sebagai batas akhir bagi mereka direalokasi.

“Saat penertiban petugas dengan jumlah 200 petugas gabungan awalnya sempat terjadi tarik menarik bahkan saling dorong antara pedagang dalam mempertahankan tenda mereka yang di copot petugas.”

Dalam keterangan Camat Menteng Paris Lembong menyatakan, pihak pemerintah tetap melaksanakan eksekusi serta larangan bagi mereka melakukan di jalan pegangsaan, ujarnya.

“Kami selalu jaga kawasan itu namun mereka mencoba membuka tenda bahkan barang dagangan di tampilkan di jalan dengan membuka tenda.”

Pihak pemerintah tetap pada koridor hukum perda No. 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum sebagai pelaksanaan kami lakukan penertiban selain mereka juga telah sepakat atas surat pernyataan.

Usai penertiban pihaknya juga mengajak para pedagang saat itu di Kantor Kecamatan Menteng Jakarta Pusat meminta pihak Camat memberikan toleransi membolehkan aktifitas berjualan.

Kata Paris, dirinya tak mempunyai kewenanangan dalam ijin bahkan toleransi karena in sudah merupakan kebijakan pemerintah tingkat Kota Jakarta Pusat, tukasnya.

Sementara salah satu Dwi H (40) menegaskan, ini merupakan konsistensi pemerintah yang kuat sehingga peran pemerintah Kota Jakarta Pusat tak kalah dalam menjaga penegakan perda sesuai aturan, ucapnya.

Artinya tambah Dwi, pemerintah Jakarta Pusat punya ketegasan jalan pegangsaan yang merupakan vital sebagai jalur publik padat dapat dinormalisasi keindahannnya.

Biasanya kerap terjadi kemacetan yang setiap tahunnya mengalami problem yang sama oleh ulah warga yang tak disiplin dalam melakukan aktifitas ekonomi, tutup Dwi.

reporter : nanorame

Check Also

Festival Olahraga Rakyat Laksanakan Pembinaan Potensi Lokal

Celotebangnano, Sketsindonews – Suku Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Jakarta Jakarta melalui Kasi Olahraga …

Watch Dragon ball super