Home / Tak Berkategori / Sengketa Swiss-Belhotel Pangkalan Bun Di Pengadilan Jakarta Barat

Sengketa Swiss-Belhotel Pangkalan Bun Di Pengadilan Jakarta Barat

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Selasa (24/7) menggelar sidang Gugatan PT. Mitra Permata Waringin terhadap Swiss-Pacific Limited sebagai tergugat I, Swiss-Belhotel International Trademarks Limited sebagai tergugat II, dan PT Swiss-Belhotel International Indonesia sebagai tergugat III, dengan nomor perkara 748/Pdt.G/2017/PN Jkt.Brt

Diketahui perkara tersebut bermula karena pihak PT. Mitra Permata Waringin merasa dirugikan, karena janji yang diberikan saat menjalankan kerjasama Swiss-Belhotel Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah oleh pihak tergugat tidak sesuai.

Kuasa Hukum PT. Mitra Pratama Waringin, Ricky Hasiholan mengatakan bahwa gugatan tersebut terkait sengketa kerugian yang dialami kliennya atas janji yang diberikan oleh pihak tergugat.

Dimana kliennya yang mempunyai bisnis properti ditawari pihak tergugat untuk bekerjasama mengelola Swiss-Belhotel dengan janji dengan proyeksi 10 tahun ada keuntungan namun faktanya tidak terealisasi.

“Mereka (penggugat) tertarik juga dan melihat janjinya pantastis, makanya bilang oke,” kata Ricky. “Janji yang diberikan Swiss-Bell itu tidak benar, hingga mengalami kerugian 25 Miliar lebih,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan dimana dalam persidangan dengan agenda saksi, kuasa hukum tergugat menyatakan bahwa sudah sesuai dengan perjanjian.

“Yang di bahas dalam pemeriksaan saksi mereka (pihak tergugat) berpendapat bahwa sesuai perjanjian. Tapi yang kita bahas adalah itu bukan berdasarkan perjanjian tapi apa yang mereka janjikan sebelum perjanjian,” terangnya.

Sementara pada hari yang sama, Kuasa Hukum Swiss-Belhotel, Novio Manurung, S.H. menegaskan bahwa pihaknya hanya mengikuti perjajian hotel.

“Kita dari kuasa hukum tergugat hanya mengikuti apa yang ada didalam perjanjian hotel tersebut. Perhitungan yang kita lampirkan sesuai dengan atau dasarnya dari perjanjian tersebut,” paparnya. “Sementara kan pihak lawan tidak sesuai, seperti yang tadi saksinya nyatakan itu tidak sesuai dengan perjanjian,” tambahnya.

Lebih lanjut dia berharap, agar setiap hal yang tertera dalam perjanjian, dapat dilaksanakan bersama.

“Kita menuntut bahwa apa yang ada diperjanjian itu yang kita sama-sama laksanakan, karena berapapun keuntungan kalau pengeluarannya itu tidak ditentukan secara jelas atau sesuai dengan selera dia (penggugat) tentu semua akan rugi,” katanya.

“Misal untung 100 juta, tapi tidak dijelaskan secara detail apa aja akan jadi biaya operasi sebagai nilai pengurang maka semua jadi pengeluaran saja jadi mines terus,” Novio mencontohkan.

(Eky)

Check Also

Jubir Korban Ijazah Palsu Apresiasi Kinerja PN Jaktim

Jakarta, sketsindonews – Kunjungi Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (31/10), Juru bicara kasus …

Watch Dragon ball super