Home / Artikel / Perumpamaan Sepuluh Gadis Menanti Kedatangan Mempelai Laki-laki
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)

Perumpamaan Sepuluh Gadis Menanti Kedatangan Mempelai Laki-laki

Besiaplah Setiap Saat ‘Matius 25:1-13’

Renungan, sketsindonews – Setiap waktu yang telah kita lalui akan semakin mendekatkan kita pada suatu peristiwa besar dalam diri kita yang tidak akan mungkin untuk kembali mengulangnya.

Peristiwa besar itu akan tiba tanpa bisa kita pastikan kapan saatnya, namun kita diberi waktu untuk mempersiapkan diri ketika saat itu tiba. Ketika saatNya tiba, yakni kedatangan Yesus kembali.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita melalui suatu perumpamaan yang menekankan bahwa tidak semua manusia yang telah mengaku percaya dengan begitu saja akan turut serta dalam kerajaan sorga.

Hal ini dapat digambarkan melalui perumpamaan tentang sepuluh orang gadis yang menanti kedatangan mempelai laki-laki, lima orang gadis yang menanti dikategorikan sebagai orang bodoh karena membawa pelita tetapi tidak membawa persediaan minyak, dan lima gadis bijaksana membawa pelita beserta persediaan minyak.

Ketika mempelai laki-laki datang lima orang gadis bodoh tersebut akhirnya tidak turut ambil bagian dalam perjamuan kawin tersebut, sebab mereka tidak siap untuk menanti kedatangan mempelai laki-laki.

Sama halnya dengan ke-sepuluh gadis itu yang tidak mengetahui kapan saatnya mempelai laki-laki datang, maka kedatangan Yesus kembali juga tidak ada yang mengetahui.

Namun demikian, perumpamaan ini ingin memperlihatkan sikap penantian seorang yang bodoh dan yang bijaksana. Supaya setiap orang percaya memang benar-benar pada posisi yang siap untuk menanti, kapan pun Yesus datang kita memang sudah benar-benar siap akan kedatangan Tuhan.

“Sesal kemudian tidak berguna” Masa hidup kita saat ini adalah masa persiapan menanti kedatangan Tuhan. Jangan tunda untuk melakukan persiapan. Mazmur 90:12 menuliskan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Jika Tuhan masih memberikan nafas kehidupan bagi kita, itu artinya kita masih di beri kesempatan mempersiapkan diri pada hari kedatanganNya.

Baiklah kita bijaksana memakai waktu dalam kehidupan ini, sebab kita tidak tahu kapan waktu itu akan berhenti untuk kita jalani di dunia ini.

(Eky/ sumber: Renungan HKBP Ujung Menteng)

Check Also

Luka Terus Menyala Discripsi Ramadhan

Sahur Hari Ketujuh Jakarta, sketsindonews – Sahur di hari 7 di bulan Ramadhan 1439 H …

Watch Dragon ball super