Home / Berita / Sidang Perkara Dugaan Pemalsu Buku Nikah Ditunda, JPU dan Terdakwa Ditegur Hakim

Sidang Perkara Dugaan Pemalsu Buku Nikah Ditunda, JPU dan Terdakwa Ditegur Hakim

Jakarta, sketsindonews – Sidang perkara kasus dugaan pemalsuan buku nikah dan penggelapan serta penguasaan harta milik orang lain tanpa hak kembali disidangkan pada hari Kamis (9/11/17) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kali ini sidang berlangsung dengan singkat sekali karena para saksi berikutnya tidak hadir antara lain dari pihak Dukcapil, Ahli Agama, Kelurahan dan pihak Mabes Polri.

Masih dengan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan yang terdiri Hakim Ketua R Iswahyudi Widodo SH MH didampingi Hakim anggota Irwan S.H M.H, dan ‎hakim anggota Achmad Guntur SH MH, dengan‎ agenda sidang pembuktian dan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Yan Ervina,SH.

Dalam sidang yang singkat itu, Hakim Ketua sempat menegur terdakwa (Sarah Susanti) yang berstatus tahanan kota karena diduga melakukan pelesiran ke luar negeri, yakni ke Bangkok, Thailand. ‎Saat ditegur, terdakwa hanya diam saja. Jaksa pun juga ‎mendapat teguran dari Hakim Ketua, dan JPU Yan Ervina mengatakan, pihaknya tidak mengeluarkan ijin apapun terkait hal (pelesiran) tersebut.

Diketahui sebelumnya, kemarin Rabu (08/11) Sarah Susanti yang berstatus tahanan kota dilaporkan oleh Melva Tambunan, Pemohon/Pelapor Kasus Pemalsuan Buku Nikah alm. Kombes Pol Agus Maulana Kasiman lantaran bepergian alias ‘jalan-jalan’ ke luar negeri.

“Ini diketahui lewat instagramnya Sarah Susanti di Bangkok (Thailand). Dan di cek ternyata benar Sarah Susanti itu pergi meninggalkan Jakarta pada 5 November dengan menggunakan Garuda GA 868 dari Bandara Soekarno Hatta pukul 11.55 tujuan Vietnam transit di Bangkok,” kata Melva.

“Harapan saya, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, segera melakukan penahanan terdakwa, karena apabila benar terdakwa di Bangkok, maka saya sebagai pelapor khawatir terdakwa  melarikan diri, yang selanjutnya akan mempersulit penyelesaian perkara ini secara hukum,” tukasnya.

(Edo)‎

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super