Home / Artikel / Silaturahim Pemda DKI Dengan Pemuka Agama dan Orkesmas Deklarasikan Pernyataan Sikap Terorisme

Silaturahim Pemda DKI Dengan Pemuka Agama dan Orkesmas Deklarasikan Pernyataan Sikap Terorisme

Jakarta, Sketsindonews – Silaturahim antar kelembagaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan di inisiasi Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta bersama para pemuka agama, organisasi kemasyarakatan menyatakan sikap  terkait korban pelaku teroris di Surabaya. Hal ini mrnjadikan dasar penyelenggaraan pertemuan antar lintas agama dalam antisipasi Pemprov DKI  menciptakan cipta kondisi di masyarakat.

Pertemuan sikaturahim yang bertempat di Hotel Central Jalan Matraman Raya Jakarta  di hadiri sebanyak 100 peserta. dari berbagai unsur dengan menghasilkan rekomendasi deklarasi pernyataan sikap atas aksi terorisme dari para peserta untuk menjadikan masukan masyarakat dalam menghadapi aksi terorisme. (14/5)

penyataan.sikap.lintas elemen.dki.doc

Ketua Fraksi DPRD DKI PDIP Komisi A Gembong Warsono menyatakan, pertemuan ini kami sangat apresiasi apa yang sudah di lakukan oleh Kesbangpol DKI yang secara cepat dan tanggap dalam memberikan sosialisasi kekninian yang terjadi baru – baru ini oleh pelaku aksi terorisme, ujarnya.

“Usai kegiatan ini sehatusnya harus diringi masyarakat dalam aspek kisi kehidupan, karena ini merupakan “post major”, kegiatan ini harus berjalan sampai masyarakat teredukasi serta paham dalam penguatan kelembagaan.”

Kami akan support terkait anggaran ini di komisi A dalam menindak lanjuti pertemuan dengan para pemuka agama dan ormas se – DKI Jakarta

Ini menjadi tugas kami selaku anggota Dewan yakni pengawasi dan membuat anggaran dari masukan masyarakat, tandas Gembong.

Sementara Drs. Taufan Bakri, Msi Kabid Ketahanan Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Kesbangpol DKI Jakarta disela acara menjelaskan, dalam kegiatan ini saya berharap akan terjalin komunikasi yang harmonis, sehingga terbangun komitmen nilai kebangsaan, persatuan di Jakarta, pungkasnya.

“Kondisi kekinian  di butuhkan bangsa yang kokoh dan solid dengan menyadari kemajemukan dan heteregenitas yang merupakan kekayaan dan potensi prmbangunan bangsa”.

Semangat solidaritas tanpa membedakan Suku Agama dan Ras Golongan dan Status Sosial merupakan kunci kebangsaan dari upaya memecah belah (disintegrasi bangsa).

Apalagi Jakarta dalam menghadapi bulan suci Ramadhan sangat diperlukan sebuah iklim cipta kondusif bagi seluruh umat dan itu sangat di butuhkan para pemuka agama dan organisasi kemasyarakatan sebagai salah satu masyarakat sipil yang terorganisir untuk mampu menjadi pilar kecerahan masyarakat yang dinamis, terang Taufan.

reporeter : nanorame

Check Also

Diktator dan Politik Bukan Musuh Demokrasi

Jakarta, sketsindonews – Sebuah tulisan Bung Hatta dari kunpulan artikel media Panji Masyarakat perlu menjadi …

Watch Dragon ball super