Back

Media Terpercaya

Soal Dugaan Korupsi BPJS TK, Penyidik Kejagung Periksa Sejumlah Saksi

Jakarta, sketsindonews – Perkembangan penyidikan dugaan korupsi di tubuh perusahaan pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kian menarik untuk disimak.

Persoalannya, tim jaksa penyidik
pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda tindak Pidana khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung. Hari ini, memeriksa sembilan orang sebagai saksi yang terkait dengan perkara BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka yang diperiksa adalah; HRD selaku Presiden Direktur PT FWD Asset Management; RP selaku Direktur Bahana TCW Investment Management; AN selaku Direktur Pengembangan Investasi BPJS TK; BS selaku Asdep Settlement Custody pada Deputi Direktur Bidang Keuangan; FEH selaku Direktur COO PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk; S selaku Direktur Pengelola Investasi Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK; US selaku Direktur PT Danareksa Investment Management; IR selaku Kepala Urusan Pasar Saham pada BPJS TK tahun 2016; AS selaku Direktur Utama BPJS TK.

Menurut keterangan Kepala pusat penerangan hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezerd Simanjuntak, mengemukakan, pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi pada oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda tindak Pidana khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung. Telah memeriksa sembilan orang saksi, guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi pada oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (26/1/21).

Dalam keterangan sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan ada indikasi pihak BPJS Ketenagakerjaan menggunakan manajer investasi yang sama dengan MI yang digunakan PT Asuransi Jiwasraya untuk membeli reksa dana.

Dia menduga bahwa perkara korupsi yang terjadi di PT BPJS Ketenagakerjaan berkaitan dengan PT Asuransi Jiwasraya.

Penyidik gedung bundar juga telah melakukan pemeriksaan petinggi atau bos sekuritas terkait perkara tindak pidana korupsi tersebut.

(Sofyan Hadi)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.