Soal Jiwasraya, Jaksa Agung Sebut 130 Saksi Telah Dipanggil

Jakarta, sketsindonews – Kerja cerdas dan kerja cepat mulai ditunjukan oleh personil Kejaksaan Agung khususnya bidang pidana khusus terkait penyidikan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan para legislator Komisi III di Gedung DPR RI, Kamis (16/01/20) siang.

Menurut Burhanuddin sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh jajarannya termasuk pemanggilan serta pemeriksaan terhadap 130 saksi dan dua orang ahli. “Tim penyidik telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi baik dari internal dan eksternal asuransi Jiwasraya,” ungkap Burhanuddin

Selain itu penyidik juga telah mengajukan permohonan perhitungan kerugian keuangan negara kepada BPK RI. Dalam kesempatan itu, penyidik dan BPK RI juga telah menyimpulkan sejumlah hal.

Pertama, BPK dan penyidik menyimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam penjualan produk JS Saving Plan dan investasi saham dan reksa dana yang mengakibatkan kerugian negara pada PT Asuransi Jiwasraya. Kedua, perhitungan kerugian keuangan negara akan dilakukan secara simultan dengan pemeriksaan investigatif.

“Penyidik kejagung dan tim pemeriksa BPK sepakat berkoordinasi untuk penyediaan bukti-bukti yang diperlukan dalam rangka perhitungan kerugian negara,” ujar Burhanuddin.

Selain itu, tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan di beberapa tempat, antara lain PT Trada Alam Minera, kemudian PT Pool Advista Asset Management, PT Millenium Capital Management.

“Sebanyak 115 tempat kami lakukan penggeledahan dan menyita aset serta kami juga mengkloning apa yang kami dapat dalam IT,” paparnya.

Tidak hanya itu, BPK dan penyidik juga sudah mengajukan surat permohonan kepada PPATK untuk dilakukan penelurusan transaksi yang mencurigakan terhadap pihak-pihak terkait baik internal maupun eksternal PT Asuransi Jiwasraya.

Kemudian, Burhanuddin menjelaskan, penyidik dan BPK sudah mengajukan surat permohonan kepada OJK untuk dilakukan pemeriksaan audit forensik dalam penyidikan perkara a quo. Pemeriksaan terhadap ahli dan ahli perasuransian juga telah dilakukan.

“Melakukan koordinasi, komunikasi secara intensif dengan pihak manajemen PT Asuransi Jiwasraya,”

Tim penyidik juga telah menginventarisasi dan menganalisa surat-surat dokumen yang diperoleh dalam penggeledahan. Selain itu Burhanuddin juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat pencekalan terhadap 13 orang.

“Penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dan telah mengeluarkan  perintah penahanan atas lima orang tersangka tersebut,” jelasnya.

(Sofyan Hadi)