Home / Artikel / Soni Jelaskan Dana Operasional Semasa Menjabat Plt Gubernur DKI

Soni Jelaskan Dana Operasional Semasa Menjabat Plt Gubernur DKI

Jakarta, sketsindonews – Tudingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa staf pribadi era Basuki T Purnama alias Ahok dibayai swasta, akhirnya terjawab atas pernyataaan Soni Sumarsono Direktur Dirjen Otda semasa menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta.

Soni Sumarsono menyatakan, sepengetahuannya biaya staf gubernur sebelumnya dibayai dari BOP atau biaya operasional kepala daerah yang selama ini di lakukan dirinya saat menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta, ucapnya.

Bahkan, ketika dirinya menjabat pelaksana tugas (plt) gubernur DKI periode 7 Maret-15 April 2017, Soni harus merelakan sebagian biaya operasionalnya digunakan untuk membiayai para pembantu Ahok tersebut. Itu karena melanjutkan kebijakan Ahok.

“Kalo terdengar biaya swasta hampir saya pastikan tidak ada ya, kalau swasta tidak ada itu, disinyalir media.(30/11)

Yang membiayai setahu saya jadi plt tidak ada indikasi swasta membiayai, saya kira gitu. Hanya orang bodoh yang mau dibiayai swasta untuk mengendalikan pemerintahan,” ucap Soni dalam keterangannya beberapa waktu yang lalu.

Dia menyebutkan adanya dua sumber pembiayaan tim Adhoc tersebut. TGUPP yang resmi sebagai Tim Gubernur untuk percepatan pembangunan didanai resmi dari APBD murni.

Kemudian ada tim pendamping yang memang tidak memenuhi syarat keahlian tertentu dia dibiayai oleh BOP.

“BOP itu biaya operasional gubernur. Pak Ahok mengikhlaskan, menyisakan sebagian uangnya untuk membiayai tim yang jumlahnya 40 an personil.

Dan ini kemudian kebijakan ini saya teruskan sebagian di biayai dari BOP saya ketika jadi plt. Jadi swasta tidak ada tapi dibiayai BOP pengertiannya,” tutur Soni.

Sehingga, pos anggarannya tidak muncul di APBD murni khusus TGUPP. Sebab, yang dipakai adalah sebagian operasional Kepala Daerah yang memang dapat dipergunakan untuk mendukung suksesnya Gubernur dalam melaksanakan percepatan tugas.

Bentuk penggunaan BOP itu menurutnya macam-macam.

Bisa untuk bantuan mendadak, membantu anak cacat, menggaji orang yang membutuhkan, dan lainnya dalam segala aktifitas Gubernur dalam memyelesaikan masalah yang muncul.

“Saya dulu sebagian uangnya habis untuk mengendalikan demo-demo yang hampir setiap minggu. Saya menjadi Gubernur DKI itu banyak demo hampir tiap minggu Kantor Balaikota di demo.

Jadi tetap bisa saja membiayai untuk pengendalian semuanya. Setiap kurang selalu saya katakan pakek, pakek, pakek selama operaaioanal pengamanan Balaikota, ungkap pria kelahiran Tulungagung ini.(**)

 

 

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super