Sudah Dapat Bonus, Frans: Terpidana Ijazah Palsu Ga Usah Ngeyel

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Pelapor Korban Ijazah Palsu Sekolah Teologia Injili Arastamar (STT Setia), Willem Frans Ansanay, SH sebut terpidana sudah mendapat bonus dalam menjalani tahanan kota.

“Peraturan tahanan kota 400 hari, maka terpidana sudah mendapat bonus sejak di vonis, Lalu mau apa lagi?,” tegasnya saat ditemui disela-sela Pelantikan Pengurus Bamus Betawi Periode 2018-2023, di Taman Mini, Jakarta Timur, Minggu (25/8/19).

Menanggapi putusan Pra Peradilan yang kemungkinan akan dibacakan besok Senin 26 Agustus 2019, Frans agar pihak terpidana tidak lagi berupaya membuat gerakan-gerakan atau perlawanan yang memalukan.

“Lebih baik meminta maaf dan berdamai tidak usah membuat malu pergerakan Pendeta, Pendidik Kristen, dengan mengajak pengikut-pengikutnya yang gagal paham kasus hukum,” ujarnya.

Kuasa Pelapor Korban Ijazah Palsu Sekolah Teologia Injili Arastamar (STT Setia), Willem Frans Ansanay, SH bersama Kuasa Hukum korban ijazah palsu STT Setia, Sabar Ompu Sunggu, SH. (Dok. Istimewa)



Dia menerangkan, bahwa perkara yang saat ini bergulir bukan soal tokoh pendidikan atau Pendeta, tapi jelas-jelas terkait kesalahan yang sudah terbukti.

“Jadi ga usah ngeyel ga usah bandel, makanya jangan anggap sepele masalah ijazah bodong PGSD yang telah turut serta meresahkan dan membawa korban masyarakat Papua,” tegas Frans, yang juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah melaporkan terpidana dengan kasus lain.

Namun, dia mengatakan bahwa akan tetap memberi kesempatan untuk berdamai dan terpidana mengakui kesalahan.

“Saat ini masih ada beberapa kasus yang sudah dilaporkan, jika memang masih bandel maka biarkan berjalan sesuai ketentuan hukum yang ada dan jangan juga membawa-bawa ini ke perebutan aset, karena sejak awal terpidanalah yang memperkarakan aset,” tandasnya.

(Eky)