Sudin Citata dan Cipta Karya Di Duga Mainkan Segel Menjadi Pundi Pungli

Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di harapkan bisa turun tangan terhadap beberapa bangunan sudah disegel, dimana banyak kasus pemilik bangunan terus membangun. sementara petugas pengawas dimana, selain secara sistematif dan masif pelanggaran ini terus berjalan.

Kasus beberapa kali telah terjadi selain kasus tragis rubuhya rumah di Tanah Tinggi yang memakan korban tewas serta luka – luka, ini sebuah bukti pengawasan pemerintah sangat lemah hingga oknum bermain secara terstruktur dari mulai satpel di Tingkat Kecamatan, ujar Jhon Sitomorang SH Law and Pathner.(3/5)

Bagaimana arti dan makna segel ini bagi Pemerintah DKI Jakarta, Cq Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Jakarta Utara sebagai Instansi yang berwenang untuk bangunan yang bermasalah.

Bagaimana pula pelaksanan Pergub No. 128 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Bangunan Gedung.

Bagaimana pula tanggungjawab pemilik bangunan ini kepada pemilik bangunan disampingnya jika pembangunan ini membawa dampak kerusakan? Nyata Tapi Aneh.

Ini menjadi rawan indikasi pundi pungli bagi kebijakan korporaai, ucap Jhon.

Seperti kasus bangunan segel lainnya di Jakarta Utara ini hanya akal-akalan supaya kelihatan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan Jakarta Utara melakukan tugasnya padahal dibalik segel ini sudah ada kesempakatan antara kedua belah pihak. Supaya menghidari sorotan masyarakat segel tetap dibuat namun pembangunan boleh diteruskan.

Dugaan ini menjadi beralasan sebab terbukti bangunan sudah disegel namun pembangunan tetap saja jalan. Kalau pembangunan tidak berhenti buat apa disegel? dan bagaimana pengawasannya, tanya Jhon.

Sementara Kasatpol PP Jakarta Pusat Benard Tambunan menandaskan rekomtek hanya pada hal yang kecil direkomendasi selain banguan itu sudah mau selesai baru dikirim kepihak Satpol PP, ucapnya.

Padahal Kita tahu bersama wartawan selalu bertanya pada pihaknya mengenai rekomtek berbagai bangunan, namun sepertinya bangunan skala besar tidak ada dalam rekomendasi pihaknya dari Sudin Cipta Karya dan Tata Bangunan Kota Jakarta Pusat bersangkutan, tutup Bernard.

nanorame