Back

Media Terpercaya

Sudin Jakarta Pusat Terapkan Rekayasa Jalan di Sejumlah Titik Crowded Macet

Jakarta, sketsindonews – Sudin Perhubungan Kota Jakarta Pusat dalam mengurai titik macet dan crowded terus lakukan rekayasa jalan serta kajian dengan perubahan lalin.

Seperti di jalan Gunung Bungur Senen hingga Jalan Gunung Sahari Raya yang menjadi satu arah dengan putaran di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dimana menuju jalan garuda lampu merah ditutup oleh MCB yang kerap biasa lurus dan belok kanan.

“Perubahan tersebut oleh pengguna jalan sangat efektif mengingat pertumbuhan kemacetan dapat ditekan (diurai),” ujar Salim, Rabu (19/02/20).

“Kini sepertinya view kawasan ekonomi lebih terbuka selain menghidupkan kawasan jalan Senen – Gunung Sahari dengan keberadaan Hotel sekitar bisa terlihat, tadi nya kan tidak,” ucapnya.

Dalam keterangan Kasudin Perhubungan Kota Jakarta Pusat Muhammad Sholeh saat di dampingi Kasi Lalu Lintas Agung mengatakan, pihaknya diakuinya telah melakukan beberapa perubahan (rekayasa jalan) dibeberapa titik macet di Jakarta Pusat dengan pertimbangan melalui kajian yang sudah ditelaah.

Seperti Jalan Bungur Senen, Gunung Sahari itu merupakan satu paket jarak antara simpang garuda dan putaran untuk menampung antrian karena ideal nya dalam melakukan antrian macet itu kita ambil 350 meter dari perbandingan volume kendaraan yang ada.

“Evaluasi Jalan Gunung Sahari II semula arah dari barat ketimur menjadi dari timur menuju jalan Bungur Raya. Selain itu pihaknya juga masih melakukan kajian terhadap jalan Mas Masyur, Karet Bivak dan depan City Walk yang menjadi titik pangkal crowded bukan saja keluarnya kendaraan dan parkir,” ucap Sholeh.

“Mengenai kawasan Jalan Senen Raya hingga Salemba Raya (UI) kita telah lakukan penerapan hingga saat ini terus kita pantau efektifitas hasil rekayasa beberapa ruas jalan dengan puataran jarak serta menutup jalan untuk satu arah belokan,” tutupnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.