Survei World Cyber Protection Week Ungkap 42% Perusahaan Kehilangan Data akibat Downtime Tahun Lalu

oleh
oleh

Jakarta, sketsindonews – Acronis, pemimpin global dalam industri perlindungan siber, membuka World Cyber Protection Week perdananya dengan mengungkapkan bahwa 42% perusahaan mengalami insiden kehilangan data akibat downtime tahun lalu. Angka yang tinggi tersebut kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa meski 90% perusahaan mencadangkan komponen TI yang harus mereka lindungi, namun hanya 41% yang mencadangkannya secara daily. Hal ini menyebabkan banyak bisnis kehilangan data yang diperlukan pada saat pemulihan (recovery).

Angka yang diungkap dalam acara World Cyber Protection Week Survey 2020 dari Acronis menggambarkan realita baru yang menunjukkan bahwa strategi dan solusi perlindungan data tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan TI modern individu maupun perusahaan. Karenanya, Acronis memperingati acara tahunan World Backup Day, yang dirayakan tanggal 31 Maret dalam bentuk pengingat untuk mencadangkan data, dengan mengadakan World Cyber Protection Week dari tanggal 30 Maret sampai 3 April. Dimana saat ini tidak cukup hanya dengan Backup data saja namun dilengkapi dengan proteksi data dan Cyber security.

Survei tahunan yang dilakukan kepada hampir 3.000 orang ini mengukur kebiasaan perlindungan data oleh pengguna di seluruh dunia:

– 91% individu mencadangkan data dan perangkat mereka, tetapi 68% masih kehilangan data akibat terhapus tidak sengaja, kegagalan perangkat keras atau lunak, atau cadangan yang tidak di update

– 85% perusahaan tidak mencadangkan data secara daily, hanya 15% yang melakukan secara daily

– 26% mencadangkan secara daily, 28% mendacangkan setiap minggu, 20% mencadangkan setiap bulan, dan 10% tidak mencadangkan sama sekali

– Dari semua yang tidak mencadangkan, hampir 50% beranggapan bahwa pencadangan tidak penting; sementara 42% perusahaan kehilangan data sebagai akibat dari downtime

– Hanya 17% pengguna personal dan 20% profesional TI mengikuti praktik menggunakan pencadangan hibrida di media lokal dan cloud

Temuan ini menekankan pentingnya menerapkan strategi perlindungan siber yang menyertakan pencadangan data berkali-kali setiap harinya dan dengan aturan pencadangan 3-2-1.

Perlindungan Siber Mengubah Keadaan 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.