Home / Berita / Tak Ada Sistem Ganjil-Genab Saat Mudik Lebaran
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi disela kunjungannya ke Ternate pada Selasa (9/5). (Dok. Humas Kemenhub)

Tak Ada Sistem Ganjil-Genab Saat Mudik Lebaran

Jakarta, sketsindonews – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) surati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang pembatasan kendaraan sistem nomor ganjil-genap selama masa mudik Lebaran 2017 di jalan tol melalui surat MTI nomor: 12/DE-MTI/V/2017 tanggal 17 Mei 2017.

Salah satu rekomendasinya adalah agar penerapan pembatasan kendaraan dengan sistem nomor ganjil-genap selama masa mudik Lebaran 2017 di jalan tol tidak diberlakukan tahun ini dengan alasan regulasi atau dasar hukum di tingkat nasional belum ada dan kesiapan sistem rekayasa lalu lintas di jalan arteri belum memadai untuk mengimbangi rekayasa ganjil-genap di jalan tol.

Secara sosiologis, dalam surat MTI tersebut juga dinyatakan, bahwa masyarakat pengguna jalan tol juga belum siap bila penerapan ganjil-genap dilaksanakan tahun ini, mengingat mudik Lebaran tinggal beberapa hari lagi.

Rekomendasi tersebut diberikan usai MTI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang permasalahan dan kesiapan jalan tol untuk pembatasan mobil nomor ganjil-genap selama mudik Lebaran 2017 yang diselenggarakan di Jakarta pada 9 Mei 2017.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menyampaikan pembatasan kendaraan ganjil-genap di jalan tol untuk mudik tahun 2017 tidak diberlakukan, namun Menhub Budi Karya masih tetap menunggu hasil telaahan dari MTI.

Budi juga sempat menyampaikan ulasannya, lokasi pembatasan nomor polisi ganjil-genap pada masa angkutan lebaran ini mencakup wilayah atau lokasi yang sangat luas.

Dikhawatirkan jika diberlakukan, akan lebih mempersulit masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. “Ganjil-genap itu mencakup wilayah yang terlalu luas sekali,” ujarnya, saat ditemui di Jakarta (31/5).

Untuk kesiapan sarana dan prasarana transportasi pada masa angkutan lebaran tahun 2017, Budi menyampaikan telah mencapai 80%. Menurutnya, Kemenhub mengkoordinasikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran pada 48 Terminal Bus utama; 35 Bandara; 52 Pelabuhan; 7 Lintasan Penyeberangan; 9 Daerah Operasi Perkeretaapian di Jawa; dan 3 Divisi Regional pekretertapian di Sumatera.

Terkait dengan pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi, Dia berpesan jangan terlalu mengandalkan dan mengkonsentrasikan mudik melalui jalan tol Cipali, tetapi juga gunakan jalan Pantura atau Jalur Selatan yang sama baiknya.

Dia juga menghimbau bagi pemudik yang akan menggunakan sepeda motor agar mengikuti angkutan mudik gratis yang telah disediakan Kemenhub dan Mitra Kerja.

“Keselamatan di jalan raya kita ingatkan kepada pemudik dengan sepeda motor, kita himbau untuk menggunakan angkutan mudik gratis yang sudah disediakan dengan menggunakan kapal, kereta api, truk (untuk angkut sepeda motor) dan bus,” tuturnya.

Bagi masyarakat, yang berminat mengikuti program mudik gratis Kementerian Perhubungan dapat segera mendaftarkan diri secara online dihttp://mudikgratis.dephub.go.id/frontend/web. (Eky)

Check Also

Meriahkan HUT Ke-73 RI, Yonif Mekanis Raider 411 Kostrad Ajak Tentara Autralia Ikuti Lomba-Lomba Tradisional

Jakarta, sketsindonews – Untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa gelar …

Watch Dragon ball super