Home / Berita / Tarif Listrik Beratkan Rakyat, KSPI Gelar Aksi 105 WATT
Ilustrasi Aksi Buruh. (Foto: Tribun)

Tarif Listrik Beratkan Rakyat, KSPI Gelar Aksi 105 WATT

Jakarta, sketsindonews – Hari ini, Rabu tanggal 10 Mei 2017 buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi yang disebut: AKSI 105 WATT.

Disebut AKSI 105 WATT karena aksi ini dilakukan pada tanggal 10 bulan 5 untuk menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Dalam keterangan persnya, Ketua Departemen Infokom dan Media KSPI Kahar S. Cahyono Aksi mengatakan bahwa aksi tersebut akan dimulai pukul 10.00 wib bertempat di depan gedung DPR RI.

Dia memaparkan, bahwa ada 4 hal yang mendorong terjadinya aksi tersebut, pertama adalah kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang membuat beban hidup masyarakat semakin meningkat.

“Apalagi kenaikan harga kebutuhan pokok akan kembali terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya, dimana harga-harga, seperti bawang putih, minyak goreng, hingga daging akan cenderung naik,” ujarnya.

Kedua, yakni listrik 900 VA merupakan salah satu dari 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Sebagaimana diketahui, KHL merupakan dasar kenaikan upah minimum. “Dengan demikian, yang paling dirugikan atas kenaikan ini adalah kaum buruh dan masyarakat kecil,” ujarnya.

Tidak hanya tarif dasar listrik, selanjutnya ketiga yakni pasokan BBM jenis premium juga dibatasi. Akibatnya, para buruh yang kebanyakan menggunakan sepeda motor (pengguna sepeda motor di Indonesia mencapai kurang lebih 86 juta orang) mau tidak mau harus membeli Pertalite atau Pertamax yang notabene harganya lebih mahal. “Kebijakan ini sangat ironis, karena disaat yang bersamaan harga energi dunia sedang turun,” ucapnya.

Terakhir yang keempat adalah kenaikan TDL yang ketiga kalinya tepat pada tanggal 1 Mei 2017 merupakan kado pahit Presiden Jokowi untuk buruh.

“Seharusnya yang dilakukan Pemerintah adalah memenuhi tuntutan buruh dalam Mayday tentang HOSJATUM (Hapus OutSourcing dan pemagangan – JAminan Sosial: jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan jaminan pensiun untuk buruh sama dengan PNS/TNI/Polri – Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015),” imbuhnya.

Oleh karena itu, KSPI dan buruh Indonesia mendesak Presiden Jokowi menggunakan kewenangannya untuk membatalkan kenaikan harga tarif dasar listrik dan menambah jumlah pasokan BBM jenis premium.

“KSPI juga mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) listrik dengan menggunakan hak angket untuk memanggil Presiden guna menanyakan kebijakan kenaikan TDL yang memberatkan buruh dan rakyat kecil,” tandasnya. (Eky)

 

Check Also

Anang Serukan Elit Cooling Down Saat Asian Games

Jakarta, sketsindonews – Asian Games yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan …

Watch Dragon ball super