Home / Berita / Tentang Rumah Berlapis… Ini Penjelasan Anies-Sandi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kiri) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10/2017). - Antara

Tentang Rumah Berlapis… Ini Penjelasan Anies-Sandi

Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa program Rumah Berlapis yang dikemukakan pertama kali saat rapa pematangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018 adalah hunian yang mirip Rumah Susun.

Mantan Menteri Pendidikan ini ingin konsep urban renewal atau pembaruan kota bisa digunakan untuk menata perkampungan. Karena menurutnya, hal ini sudah dilakukan di sejumlah negara.

Anies yang mengakui bahwa program rumah berlapis sama seperti rumah susun ini, menjelaskan, dalam setiap perizinan rumah yang dibangun vertikal, terminologi yang ditulis adalah “lapis”.

“Kalau Anda lihat izin-izin kalau keluar, tulisannya apa? Lapis, bukan rusun, lapis. Bahasa teknisnya lapis,” ujar Anies, Senin (6/11/2017), seperti dikutip dari Kompas.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno  menjelaskan bahwa rumah berlapis memiliki perbedaaan dengan rusun. Meski sama-sama dibangun secara vertikal, rumah berlapis tak terlalu tinggi.

“Intensitasnya rendah. Kalau rusun, kan, bisa sampai 16 tingkat. Kalau yang untuk penataan banyaknya rumah yang intensitasnya rendah, di bawah 8 lantai,” katanya.

(Eky)

Check Also

Nurhasan Inisiasi Konflik Pembebasan Lahan Pelabuhan Patimban Menjadi Prioritas Nasional

Subang, sketsindonews – Rombongan kunjungan kerja spesifik dari komisi V DPR RI, didampingi oleh kementerian perhubungan, kementerian PU, dirjen perhubungan laut, dan lainnya sampai di Pelabuhan Patimban, Subang, Jumat (22/9), kedatangan mereka disambut langsung oleh PLT Bupati Subang.

Tujuan kunjungan spesifik ini yaitu memastikan berjalannya segala perangkat dalam pembangunan pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini diharapkan dapat memberi support pada pelabuhan Tanjung Priok.

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI di dapil tersebut, yaitu Nurhasan Zaidi. Ia menyebutkan pembangunan ini berpotensi meningkatkan perekonomian jangka panjang masyarakat Subang.

“Jelas meningkatkan ekonomi, namun hal penting dan tujuan saya pribadi datang kesini yaitu untuk menyelesaikan konflik pembebasan lahan,” ujarnya.

Masyarakat mengeluhkan harga pembebasan lahan yang kurang layak. “Saya anak petani disini merasa harga yang diajukan sangat murah,” kata salah satu warga.

Nurhasan menyepakati dan menanggapi bahwa harga Rp. 300 ribu itu tidak pantas ditukar dengan lahan disini yang sangat subur.

“Kami sepakat dengan modernitas, namun masyarakat harus tetap jadi prioritas, insya Allah kami akan perjuangkan sekuat tenaga” tambah politisi PKS ini.

Hasil dari kunjungan ini akan dibawa pada pembahasan terakhir di DPR, sebagai keputusan final. “Kunjungan ini saya inisiasi dan semoga masyarakat melihat keseriusan kami yang ingin menyelesaikanya,” tambah Nurhasan.

“Kami mengubah jadwal yang sebelumnya ke Lombok menjadi ke Patimban karena kami sudah jadikan ini sebagai prioritas nasional,” tutup Nurhasan.

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super