Home / Berita / Terapi Pijat Plus Plus Kian Meresahkan, KPAI Himbau Hal Ini
Komisioner KPAI Bid Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah

Terapi Pijat Plus Plus Kian Meresahkan, KPAI Himbau Hal Ini

Jakarta, sketsindonews – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) apresiasi kesigapan aparat, karena telah mengamankan dua remaja dibawah umur yang diduga dieksploitasi oleh sepasang pasutri berkedok terapis pijat.

Menurut, Komisioner KPAI Bid Trafficking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah dalam satu minggu di bulan September setidaknya ada 5 anak korban yang akan dan diduga sudah dieksploitasi secara seksual melalui motif Terapis pijat plus ini, pertama pada Rabu 13 September 2018 penggagalan calon terapis pijat plus yang akan diterbangkan ke Bali, Polres Bandara Soeta berhasil mengamankan 3 anak di bawah umur.

Lalu kasus berikutnya, yang berhasil diungkap Polresta Surabaya pada 14 September 2018.

“Pertama, modus terapis pijat plus ini sangat meresahkan dan harus diwaspadai oleh masyarakat. Kami mohon perhatian kepolisian untuk terus menindak tegas para pelaku,” himbau Ai, melalui siaran pers, Rabu (19/9).

Ai menekankan, termasuk tempat pijat resmi tidak boleh melibatkan anak karena mereka dilindungi, tidak boleh dipekerjakan ditempat yang tidak menjamin pada aspek keselamatan, kesehatan dan moralitas anak itu sendiri, karena ini masuk katagori pekerjaan terburuk bagi anak dalam UU Ketenagakerjaan.

Lebih jauh dia menghimbau agar masyarakat harus lebih cerdas memahami pola perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi seksual.

“Jangan mudah percaya pada ajakan apalagi hanya bermodal SMS untuk bekerja sebagai terapis dengan gaji tinggi, perlu cek dan ricek dan konsultasi dengan keluarga bahkan aparat dan orang yang bisa dipercayai terlebih dahulu,” pesannya.

Untuk remaja yang berhasil diamankan, KPAI berharap mereka mendapatkan perlindungan secara fisik dan psikologis, serta mendapat pembinaan, pengarahan dan rehabilitasi agar menumbuhkan jiwa surviver (bangkit dan tidak kembali pada prostitusi), punya skill yang bisa diandalkan pada lapangan kerja, dan bisa kembali pada keluarga juga masyarakat, serta menjauhi orang orang yang sudah menjerumuskannya.

“KPAI berharap pada pelaku yang menyasar anak-anak ini dapat dikenakan UU NO 35/2014 tentang Perlindungan Anak selain UU No 21/2007 tentang PTPPO,” pungkasnya.

(Eky)

Check Also

Ini Alasan Habib Smith Ditolak Di Manado

Sulut, sketsindonews – Dengan kawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI, sejumlah ormas adat Minahasa menolak kedatangan Habib …

Watch Dragon ball super