Terbukti Menerima Suap, Mantan Aspidum Kejati DKI Divonis 5 Tahun Penjara

Jakarta, sketsindonews – Mantan Aspidum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Agus Winoto divonis lima tahun kurungan badan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/02/20) malam.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim, Rustiono, saat membacakan putusan.

Majelis berpendapat Agus terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima suap sebesar Rp200 juta dari bekas bawahannya, Jaksa Arih Wira Suranta. Dana tersebut kata majelis hakim berasal dari Direktur PT Javaindoland, Sendy Pericho.

Sogokan itu bertujuan agar eks Kajari Bandung memberikan keringanan tuntutan pidana kepada Terdakwa Hary Suganda yang tengah beperkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat tahun 2019.

Selain hukuman badan, Agus juga mendapatkan denda senilai Rp200 juta dari majelis hakim. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan.

Dalam vonisnya itu, hakim menyatakan ada beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringankan vonis Agus. Hal yang memberatkan yakni Agus tidak mendukung program pemerintahan yang bersih dari kolusi, korupsi, dan nepotisme, serta mencederai citra kejaksaaan.

Sementara pertimbangan yang meringankan yakni Agus belum pernah dihukum, terus terang dalam persidangan, merasa bersalah, dan mengakui perbuatannya.

Majelis hakim dalam amar putusannya memerintahkan jaksa pada KPK, untuk membuka blokir terhadap sejumlah rekening bank milik Agus yang dinilai tak berkaitan dengan perkara.

“Memerintahkan jaksa KPK untuk melakukan pembukaan blokir rekening di Bank Jabar, BNI, Bank Mandiri yang seluruhnya atas nama Agus Winoto,” kata hakim Rustiono.

Perbuatan Agus dianggap melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Pasal 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Sofyan Hadi)