Terima Kasih Warga, “Henri” Ajak Wajah Baru Benahi Kampung Budi Rahayu MDS

Jakarta, sketsindonews – Pemilihan Ketua RW 09 warga Kampung Budi Rahayu Kelurahan Mangga Dua Selatan akhirnya Di menangkan oleh Henri Supriatna merupakan “incumbent” secara demokratis melalui pemungutan suara oleh warga di bilik suara setelah mengalahkan 2 kandidat lainnya, yakni Aeky Siswo dan Ikhsan.

Perhelatan pilkawe langsung di hadiri Lurah Mangga Dua Selatan (MDS) Setyanto. Ia berharap pemilihan pimpinan RW yang telah diatur dalam Pergub merupakan tahapan – tahapan yang harus dikuti melalui pembentukan warga dan panitia pemilihan, ujarnya.(23/6)

Kami percaya warga Budi Rahayu bisa memilih secara cerdas seorang pimpinan warga yang bisa aspiratif dalam mendukung aspek kemajuan kampung baik secara sosial, ekonomi dan ketertiban lingkungan yang aman bersama Pemprov DKI Jakarta, ucap Setyanto.

Proses Pemilihan

Tingkat Kehadiran warga dalam pemilihan di bilik suara begitu antusias terbukti dari DPT 511 dengan tingkat kehadiran pemilih mencapai 440 suara, dengan abstain 4 suara. Artinya hampir mencapai 90 % (404) warga Budi Rahayu berpartisipatif rasa kepedulian untuk memilih seorang figure Ketua RW, ujar Hj Eem Suhardi Masdar tokoh perempuan MDS.

“Tiga (3) calon untuk bersaing masing – masing dalam misi dan visi akhirnya Henri Supriatna (incumbent) kembali terpilih dengan mendapat jumlah 220 suara, sementara Aeky Siswo Budi Hermanto 122 suara serta Ikhsan mendapat 58 suara.”

Kelayakan figure kepercayaan serta perbuatan untuk berbuat warga menjadi modal bagi seorang figure, itu haralan warga, ucap Eem.

Kedepan Kampung Budi Rahayu

Disela usai acara Ketua terpilih Henri Supriatna (51) menyatakan, dirinya sejak awal sangat meyakini untuk dipilih menjadi Ketua RW 09 MDS untuk periode kedua setelah dirinya warga mendorong untuk memajukan kelangsungan program yang telah dijalani, ucapnya.

3 kandidat pilkawe RW 09 MDS Sawah Besar

Henri menambahkan mengucapkan terima kasih kepada warganya atas perannya hingga saat ini dan progres kedepan dirinya akan terus terfokus pada peataan sektor non formal dan menata wilayah untuk lebih punya karakter dilingkungan.

Parkir liar, PKL dan menata kampung menjadi bagian penting bagi perubahan ekosistem lingkungan berbasis partisipatif di wilayahnya, paparnya.

Kepercayaan warga tentunya menjadi modal bagi mendorong program bersama pemerintah DKI dengan potensi yang ada untuk secara swakola membangun Kampung yang lebih beradab, tukas Henri

nanorame