Home / Berita / Terlibat Teroris, Seorang Pelajar Di Hukum 2 Tahun Penjara

Terlibat Teroris, Seorang Pelajar Di Hukum 2 Tahun Penjara

Jakarta, sketsindonews – Diduga melakukan tindakan teroris di Samarinda, Kalimantan Timur salah seorang terdakwa yang masih duduk di bangku sekolah diganjar hukuman 2 Tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dalam sidang putusan yang digelar pada hari Jum’at, 23 Desember 2016 dengan didampingi oleh pihak Lembaga pemasyarakatan dan kawalan petugas  Densus 88 dengan senjata lengkap dan kepolisian setempat.

Adapun ancaman bagi yang terdakwa GST (16) yang masih berstatus pelajar tersebut, diputus berdasarkan, Pasal 15 juncto pasal 9 UU tentang Teroris dan hal itu atas pertimbangan UU sistem peradilan anak.

Dimana sebelumnya, terdakwa ditangkap karena kedapatan membeli bahan peledak dengan jenis mercon oleh petugas kepolisian.

“Diputus 2 tahun, dia (GST) ditangkap di Samarinda saat membeli mercon disuruh oleh orang tuanya, dia diduga bergabung dengan ISIS. Bapas dengan orang tua ada (dampingi), dia dititip dirumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat,” kata Tim Pengacara Muslim, Trisaupa , SH.

Menurut Trisaupa, dia mendapingi proses hukum kliennya yang masih belia itu, demi melihat masa depan terdakwa. Dirinya berharap saat menjalani hukuman terdakwa diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak karena status terdakwa belum tamat dari lembaga pendidikan saat ditahan.

“Ini anak masih sekolah izin Bapas anak itu bersekolah tetap lanjut sesuai pendidikan yang sekarang. saya berserta Tim dampingi dari mulai dakwaan, pledoi dan hingga putusan saat ini saya damping” imbuhnya  kepada sketsindonesw.com dihalaman PN Jaktim.

Lebih jauh, Trisaupa mengatakan kondisi terdakwa butuh perhatian karena dimungkinkan kejiwaan kliennya butuh sentuhan psikolog dan konseling untuk memulihkan kondisinya yang mana saat ini baru pertama kali terjerat kasus teroris.

Oleh karena itu, Lembaga perlindungan anak diharapkan dapat memberikan perhatian khusus bagi anak-anak dibawah umur tersandung dalam proses hukum.

“Berarti penting sekali KPAI sebagai ahli tentang psikis anak, setiap anak-anak terlibat dengan hukum mereka otomastis kejiwaannya terganggu. ketika dia menajalani hukum bukan menjadi baik justru jadi tidak ada efek jera,” tutupnya. (Dw)

Check Also

Anang Serukan Elit Cooling Down Saat Asian Games

Jakarta, sketsindonews – Asian Games yang bakal digelar pada 18 Agustus 2018 di Jakarta dan …

Watch Dragon ball super